25 C
Makassar
Friday, February 13, 2026
HomeDaerahIntensitas Curah Hujan Tinggi, Bone Dikepung Banjir

Intensitas Curah Hujan Tinggi, Bone Dikepung Banjir

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi sejak semalam melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bone, sejak Jumat malam, (5/6/2020), pukul 10.00 Wita. Hingga Sabtu siang pukul 11.00 Wita, hujan tak kunjung reda.

Hal ini menyebabkan sejumlah titik atau kawasan pemukiman terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Mulai dari 30 centimeter hingga ada yang mencapai setengah meter.

Berdasarkan informasi dihimpun sulselekpres.com, beberapa titik yang menjadi langganan banjir selama ini langsung terendam di Kecamatan Sibulue, Awangpone serta sejumlah kawasan di kota Watampone. Sabtu, (06/06/2020).

Penyebab banjir diakibatkan beberapa hulu sungai yang meluap dan drainase yang tidak mampu menampung tingginya debit air.

Tim Rescue Sar gabungan terdiridari Basarnas, TRC BPBD, Polres Bone, Brimob Yon C Tenri Betta, Kodim 1407 Bone serta Satpol PP Bone sampai pukul 14.58 wita masih melakukan pemantauan dibeberapa titik banjir yakni Kecamatan Sibulue, Barebbo, Tanete Riattang Timur khususnya Kelurahan Panyula. Sementara didalam ruas kota Watampone sudah mulai surut.

Di Kecamatan Sibulue, hujan deras sejak tengah malam sampai siang membuat ratusan rumah banjir. Hingga pukul 11.00 wita, hujan belum reda.

Camat Sibulue, Andi Zainal Wahyudi saat dikonfirmasi mengatakan, banjir mulai melanda wilayah Kecamatan Sibulue sejak pukul 05.30 wita. Sekarang, ketinggian air sudah mencapai sekitar setengah meter

“Kita di kepung banjir, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian hingga setengah meter” kata Andi Zainal kepada sulselekspres.com Sabtu, (06/06).

Bahkan tidak hanya rumah warga, namun, ratusan hektar sawah dan tambak juga tak luput dari banjir. Andi Zainal menyebutkan banjir ini terjadi akibat hujan sejak Jumat malam hingga siang.

“Banjir juga diperparah dengan meluapnya sungai yang ada di wilayah Sibulue ini. Pokoknya semua terendam, mulai dari rumah, sawah, empang, kantor dan sekolah,” ujarnya.

Lanjut, Andi Zainal Wahyudi menambahkan, bahwa hampir di seluruh wilayahnya terdampak banjir.

“Hingga siang ini, banjir sudah merendam ratusan rumah, empang, sawah, perkantoran dan sekolah-sekolah dengan ketinggian rata-rata setengah meter,” tambahnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Bone Dray Vibrianto menerangkan saat ini kami bersama Tim SAR gabungan sedang melakukan pemetaan wilayah.

“Kami masih mensurvei untuk sementara baru Sibulue dan Palingoreng yang agak parah. Guna mengantisipasi hal tersebut kami perkuat konsolidasi personel beserta peralatan untuk bisa sewaktu digeser ke tempat menjadi prioritas berdasarkan mitigasi bencana Banjir,” terangnya.

Lanjut, Dray Vibrianto mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga diri dan keluarga dengan tetap patuhi protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19 saat ini serta selalu berdoa semoga Allah Swt melindungi kita semua.

“Mari kita tetap menjaga keselamatan diri dan keluarga dan untuk daerah yang menjadi langganan banjir agar mengamankan surat berharga serta termasuk obat-obatan yang biasa di konsumsi,” imbuhnya.

Terpisah, Koordinator Pos SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Bone, Andi Sultan mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang memantau sejumlah wilayah di Bone yang terdampak banjir.

“Saat ini kami sudah bergerak memantau sejumlah titik yang terendam banjir untuk memberikan bantuan atau penanganan,” ungkapnya.

Andi Sultan menjelaskan, selain menerjunkan personel, pihaknya juga membawa beberapa perahu karet, sebagai persiapan untuk mengevakuasi warga.

“Semua kami siapkan termasuk mengevakuasi warga. Karena hujan belum reda, kami khawatir banjir akan bertambah parah, karena tidak lama lagi air laut akan pasang (naik),” jelasnya. (*)

Laporan: Yusnadi

spot_img

Headline

spot_img
spot_img