SULSELEKSPRES.COM – Pengibaran bendera merah oleh Iran di kota suci Qom banyak dimaknai sebagai pertanda kesiapan perang balas dendam.
Bendera pertama kalinya dikibarkan Iran. Hanya berselang beberapa waktu setelah kematian perwira tinggi militernya, Mayor Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak.
Belum lagi saling ancam antar kedua negara di media sosial masih terus berlanjut.
Jika terjadi perang, secara kalkulasi dari hasil riaet Global Firepower menempatkan AS sebagai negara paling kuat. Adapun Iran hanya berada diurutan ke 14, hanya berjarak dua angka dari Indonesia yang berada diurutan ke 16.
Kekuatan Militer AS (Peringkat Pertama Dunia)
– Power Index Rating: 0.0615 (0.0000 menjadi sempurna)
– Total populasi Amerika Serikat: 329,256,465 jiwa
– Total personel militer: estimasi 2,141,900 personel
– Total Aset Angkatan Laut: 415
– Total kekuatan pesawat: 13,398 (peringkat 1 dari 137 negara)
– Pesawat Tempur: 2,362 (peringkat 1 dari 137 negara)
– Tank Tempur: 6,287 (peringkat 3 dari 137 negara)
– Anggaran Pertahanan: US$716 miliar atau Rp 10,075 triliun
BACA : Jika Iran Membalas, AS Tanpa Ragu Akan Luncurkan Senjata Terbarunya
Kekuatan Militer Iran (Peringkat ke 14 Dunia)
– Power Index Rating: 0.2606
– Total populasi Amerika Serikat: 83,024,745 jiwa
– Total personel militer: estimasi 873,000 personel
– Total Aset Angkatan Laut: 398
– Total kekuatan pesawat: 509 (peringkat 24 dari 137 negara)
– Pesawat Tempur: 142 (peringkat 17 dari 137 negara)
– Tank Tempur: 1,634 (peringkat 18 dari 137 negara)
– Anggaran Pertahanan: US$6,3 miliar atau Rp88 triliun
(*)



