MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Laga leg pertama babak semi final Piala Indonesia antara tuan rumah, PSM Makassar, dan tamunya, Madura United, hanya menyisakan waktu satu hari saja.
Pertemuan pertama mereka ini akan berlangsung pada hari Minggu, (30/6/2019) besok sore, di Stadion Andi Matalatta, Mattoangin, kota Makassar.
Jelang laga tersebut, Madura United, dalam hal ini diwakili oleh pelatih mereka, Dejan antonic, dan striker mereka, Gregnowpolo, justru melontarkan kritik terhadap PSSI.
Hal itu disampaikan keduanya dalam agenda prematch konferensi pers, di ruang Media Center PSM Makassar, Stadion Andi Matalatta, Sabtu (29/6/2019) sore WITA.
Baik Dejan Antonic maupun Greg, keduanya sama-sama mengomentari jadwal padat yang dihadapkan dengan Madura United.
Greg bahkan mengatakan bahwa selisih waktu yang sangat dekat antar satu pertandingan ke pertandingan yang lain sebenarnya sangat tidak masuk akal.
“Ya ini tidak normal. Coba bayangkan, dua hari yang lalu kami baru saja bermain melawan Persebaya. Dan sekarang kita sudah harus ada di Makassar,” keluh Greg.
“Sebaiknya PSSI juga memikirkan kondisi pemain. Bahkan kami harus bertemu dengan PSM tiga kali dalam delapan hari, ya kami bosan juga,” lanjutnya dengan nada bercanda.
Sementara Dejan Antonic, dia membenarkan apa yang disampaikan oleh Greg. Ia juga mengatakan bahwa PSSI harusnya berpikir bahwa klub tidak hanya memikirkan klub saja.
“Kita ini tidak hanya memikirkan Madura United saja. Kita Pikirkan Persebaya, PSM, Persija, dan semu klub. Yang diantisipasi adalah meningkatnya jumlah pemain yang cedera,” ungkapnya.
“Kalau banyak pemain cedera, kemudian tim nasuonal butuh amunisi untuk pertandingan, inikan bisa jadi kerugian bagi timnas dan PSSI sendiri,” tegasnya.



