MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Vaksinasi covid-19 tahap kedua mulai dilaksanakan. Pemerintah Pusat saat ini mulai fokus untuk memberikan vaksin kepada atlet, pelatih, dan tenaga pendukung lainnya. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan para atlet pada laga tingkat nasional hingga internasional.
“Pada vaksin tahap kedua ini termasuk juga memprioritaskan para atlet dan tenaga pendukungnya dalam persiapan menghadapi kompetisi nasional maupun internasional yang membawa nama harum bagi bangsa,” kata, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes, dr. Riskiyana Sukhandi Putra, saat Dialog Produktif, yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Selasa, (23/3/2021).
Ketua BINPRES KONI Pusat, Doedie Gambiro, mengatakan bahwa pemberian vaksinasi dosis pertama ada 821 atlet dan tenaga pendukung yang sudah mendapatkan vaksinasi di Istora Senayan. Atlet yang mengikuti program vaksinasi ini tidak hanya atlet nasional namun juga kepada atlet-atlet di daerah.
Hal itu mengingat dalam waktu dekat atau pada Oktober hingga November 2021 mendatang, para atlet di seluruh Indonesia akan melakukan pertandingan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 20 yang rencananya akan diselenggarakan di Papua.
“Baru saja kita rapat bersama 34 KONI Provinsi di seluruh Indonesia, dan meminta seluruh atlet dan tenaga pendukung bisa divaksin segera,” jelasnya.
Dalam rangka PON ke 20 nantinya hampir 7.000 atlet yang berlaga dan apabila dihitung dengan official mereka, maka akan ada 10.000 kontingen yang akan berangkat ke Papua Oktober mendatang.
Dalam rapat terbatas bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Presiden Indonesia juga telah mengarahkan untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON 2021.
“Bapak Presiden menyatakan para atlet wajib divaksin secepat mungkin, begitu juga masyarakat sekitar venue pertandingan olahraga juga akan divaksinasi,” jelasnya.
PON ke 20 di Papua nantinya akan menjadi ajang pembuktian bagi Indonesia. Dengan jumlah 10 ribu atlet dan pendukungnya, kesempatan ini akan memperlihatkan bagaiman Indonesia bisa mengendalikan COVID-19 melalui protokol kesehatan yang ketat.
“Ini justru bukan hambatan bagi kami tapi tantangan yang menarik, karena kami ingin menunjukkan PON di Papua bisa berlangsung sukses di walau dalam kondisi pandemi,” terangnya.
“Di mata internasional Indonesia dinilai sudah bagus dalam memprioritaskan vaksinasi kepada atlet. Pengaruh vaksinasi atlet ini sangat besar sekali,” ujarnya.



