25 C
Makassar
Sunday, April 5, 2026
HomeMetropolisJelang PSBB Makassar, Mahasiswa Evav Minta Bantuan Pemkot Tual

Jelang PSBB Makassar, Mahasiswa Evav Minta Bantuan Pemkot Tual

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kota Makassar, akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tanggal 24 April 2020 pekan depan.

Jika PSBB diberlakukan maka dipastikan kebutuhan dasar bagi mahasiswa yang tinggal di pondokan kost-kosan akan mengalami kesulitan.

Apalagi hidup pasa-pasan dengan kebutuhan serba terbatas, akan menjadi ancaman tersendiri jika tak ada perhatian Pemerintah daerah. Oleh sebab itu, mahasiwa berasal dari Kota Tual dan Maluku Tenggara yang masih berada di kota Makassar, sangat mengahrapkan perhatian Pemerintah daerah untuk memberikan bantuan.

Kini mahasiswa tual Maluku Tenggara yang akan terisolasi di kos masing-masing mulai mendata idenditas diri untuk bisa mendapat bantuan Pemda.

Dalam keluhan mahasiswa, untuk disampiakn kepada Pemerintah Kota Tual dan Maluku Tenggara. #kamiButuhBantuan,BukanDukungan#”. Dengan begitu maka publik akan bertanya mana perhatian Pemerintah Daerah?.

“Beta harap dengan adanya data ini, katong bisa diliat oleh pemerintah setempat. Biar bagaimanapun Pemkot Tual dan pemda Malra punya tanggung jawab buat katong yang di luar, apalagi dngn kondisi Makassar sebagai zona merah covid-19,” keluh Risky Setiawan Ngabalin, di Makassar.

Risky menyampaikan isi hati bahwa, lebih menyentuhnya kalau pihak mahasiswa menyurat hal ini kepada pemerintah daerah setempat di Tual dan maluku Tenggara untuk memberikan bantuan pada teman-teman mahasiswa yang berada dizona merah dan tidak bisa pulang.

“Di Tual saja anak-anak yang pulang dengan mengikuti program karantina dikasih makan 3 kali sehari oleh pemerintah setempat, lantas bagaimana nasib mahasiswa yang seng pulang dengan kondisi ini,” tuturnya.

Dia menambahakan, mahasiswa yang hendak pulang kampung dengan jalur laut melalui kapal Pelni dari Makassar ke Tual. Kini akses laut di daerah wilayah Timur Indonesia sudah tertutup.

“Kondisi sekarang, mahasiswa mau pulang. Sedangkan akses kapal laut untuk saat ini dari kebijakan Pemkot dan Pemda di atual masih ditutup,” jelasnya.

Saleha Velaar, secara singkat mengajak mahasiswa Evav yang masih di Makassar mengisi data identitas diri untuk disampaikan kepada Pemda di daerah tersebut.

“Kalau ada abang-abang atau ade-ade dong pung sodara yang masi stay di Makssar mungkin bisa isi dong pung nama-nama juga,” katanya.

Menurut dia, melihat situasi pendemi seperti saat ini di Makassar sebagai kota study mahasiswa Evav. Kini kota Daeng suda masuk pada zona merah covid-19.

“Dan ktong sebagai lebaga mahasiswa yang menghimpun mahasiswa evav, baik itu Formmatt dan HIPMI harus melihat ini sebagai langkah yang serius,” tutup dia.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img