MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pihak Federasi sepakbola Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi telah mengumumkan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan bergulir kembali pada bulan September mendatang.
Kompetisi tersebut rencananya akan digelar dengan beberapa ketentuan, seperti penerapan protokol kesehatan, berpeluang tanpa penonton, dan tanpa ada degradasi.
Saat ini segala hal yang berkaitan dengan regulasi tengah digagas, sebab kompetisi akan dilanjutkan dalam situasi tidak normal, mengingat wabah Covid-19 masih merajalela di berbagai wilayah.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Sekretariat Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan, Herianto, mengatakan mayoritas Asprov sepakat agar Liga 3 dilaksanakan.
“Hampir semua Asprov sepakat untuk pelaksanaannya (Liga 3),” ujar Herianto, Selasa (23/6/2020).
Hal ini tentu mengacu pada berbagai hal, salah satunya sistem degradasi dan promosi. Jika dua tim Liga 2 naik ke Liga 1, maka seharusnya ada dua tim Liga 3 naik mengisi posisi yang ditinggalkan dua tim tersebut.
Dengan begitu, bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 harus diikuti dengan Liga 3, agar kompetisi tidak stagnan dan berhenti di tengah jalan, atau harus merumuskan format baru lagi.
“Jadi bila Liga 1 dan Liga 2 dilaksanakan, praktis Liga 3 juga dilaksanakan,” lanjut Herianto.
Hanya saja ada hal yang dianggap perlu diselesaikan lebih dahulu sebelum Liga 3 dilaksanakan. Hal itu adalah regulasi dan aturan yang selama ini digunakan harus direvisi kembali, sebab keadaan dalam kondisi tidak normal.
“Hanya saja, regulasinya harus dirubah dahulu. Tentu dengan tetap mengacu pada situasi pandemik Covid-19 saat ini,” terang Herianto, melalui pesan whats app.
Meski begitu, keputusan terkait regulasi masih menunggu proses penyelesaian. Sementara untuk menggulirkan Liga 3, hal itu tentu akan dibicarakan lebih lanjut oleh PSSI selaku induk sepakbola Indonesia.



