SULSELEKPRES.COM – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto belakangan ini kerap mendapat kritik terkait kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri.
Kritik itu datang dari Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali. Menurutnya, kunjungan kerja ke luar negeri mesti memiliki tujuan yang jelas. Mardani berharap ada timbal balik yang setimpal dari kunjungan kerja Prabowo ke tujuh negara itu.
“Kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan, tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik. Dan semua perlu disampaikan kepada publik secara transparan,” ujar Mardani.
Presiden Joko Widodo pun ikut menanggapi kritikan itu, menurut Jokowi, pengkiritik Prabowo tak mengerti urusan diplomasi pertahanan.
“Kalau ada yang bertanya belum ngerti urusan diplomasi pertahanan,” kata JokowidDilansir dari kompas.com, Kamis (23/1/2020).
Jokowi menegaskan, kunjungan kerja yang dilakukan Prabowo adalah dalam rangka diplomasi pertahanan.
“Kalau ada yang mempertanyakan Pak Menhan pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan kita, bukan yang lain-lain,” jelas Jokowi.
Selain diplomasi, Jokowi menyebut kunjungan Prabowo ke berbagai negara itu juga dalam rangka melihat alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang akan dibeli oleh Indonesia.
“Bagus atau tidak bagus. Benar atau tidak benar. Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semua dicek secara detail,” ucap Jokowi.
“Dan itu sudah kami diskusikan dengan Pak Menhan, tidak sekali dua kali. Banyak yang enggak tahu,” kata dia.



