23 C
Makassar
Saturday, February 14, 2026
HomeHukrimJusticeForAudrey: Cerita Dibalik 12 Siswa SMA Keroyok Siswi SMP di Pontianak

JusticeForAudrey: Cerita Dibalik 12 Siswa SMA Keroyok Siswi SMP di Pontianak

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Media sosial Twitter sedang menggema tagar #JusticeForAudrey yang diunggah oleh akun Twitter @syarifahmelinda. Kasusnya menimpa siswi SMPN 17 Pontianak, Kalimantan Barat berusia 14 tahun bernama AU yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 siswi berbagai SMA di Pontianak.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Dony menyebut kasus ini memang benar-benar terjadi, tepatnya pada 29 Maret 2019. Saat ini, AU masih dirawat di rumah sakit dan tiga orang sudah menjadi terduga pelaku pengeroyokan ini.

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kalimantan Barat menyebut kasus ini diawali oleh saling komentar di media sosial. Sebenarnya, AU bukanlah target penganiayaan 12 pelaku, melainkan kakak sepupunya. Menurut Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu, kakak sepupu AU adalah mantan pacar salah satu pelaku penganiayaan.

BACA: Miris, Siswi SMP di Makassar Jadi PSK, Dibayar Rp500 Ribu Sekali Kencan

“Sebenarnya, semua pelaku ini adalah teman dari kakak sepupunya. Mereka memakai korban untuk memancing kakaknya keluar dari rumah. Korban dijemput di rumah neneknya yang ada di Jalan Cendrawasih pada pukul 14.00 WITA,” ungkap Manalu dilansir DokterSehat.

Para pelaku ini meminta AU untuk bertemu dengan PO, kakak sepupunya. AU tidak menyadari bahwa dirinya akan dianiaya di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya. Pelaku utama penganiyaan adalah tiga orang dan dibantu oleh 9 orang temannya.

“Kepala korban dibenturkan ke aspal. Perut korban juga ditendang berkali-kali. Korban juga dicekik dan disiram air secara bergantian. Wajah korban yang ditendang mengalami perdarahan dalam hidung. Kepalanya juga mengalami benjolan. Bahkan, pelaku berniat merusak keperawanan korban dengan cara melukai organ vitalnya,” lanjut Manalu.

Akibat hal ini, AU juga mengalami trauma dada dan kerusakan organ intim. Sementara itu, para pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img