SULSELEKSPRES.COM – Klub raksasa Italia Juventus sudah menghabiskan dana besar-besaran hanya untuk kembali menjadi juara Liga Champions.
Seperti diketahui klub berjuluk Nyonya Tua itu terakhir kali menjadi juara Liga Champions pada tahun 1996, saat Ciro Ferrara masih bermain.
Proyek utama Juventus untuk menjadi raja di Eropa tentu saja berwujud pada transfer Cristiano Ronaldo. Peraih lima gelar juara Liga Champions itu dibeli dari Real Madrid pada tahun 2018 lalu dengan harga 100 juta euro.
Setelah itu, Juventus makin royal dalam membeli pemain. Bukan hanya pemain, Juventus juga mengganti pelatih demi target berjaya di Eropa. Massimiliano Allegri diganti dengan Maurizio Sarri, yang membawa Chelsea juara Liga Europa.
Pada musim 2018/19 lalu, Juventus total membelanjakan uang 261,5 juta euro untuk membeli pemain baru. Para pemain baru itu antara lain: Cristiano Ronaldo, Joao Cancelo, Douglas Costa dan Leonardo Bonucci. Tetapi, Juventus masih gagal.
Belum menyerah, Juventus kembali belanja mahal di musim panas 2019. Total 141 juta euro dikeluarkan oleh Juventus untuk membeli Matthijs de Ligt, Cristian Romero, Luca Pellegrini dan Merih Demiral. Ada juga Aaron Ramsey, Adrien Rabit dan Buffon yang didapatkan dengan gratis.
Dikutip dari Marca, dalam lima musim terakhir, Juventus telah membelanjakan 913 juta euro [sekitar Rp 14 triliun] untuk membeli pemain baru. Pemain baru ini dibeli dengan misi menjadi juara Liga Champions.
Setelah kegagalan pada musim 2018/19 lalu, Juventus tetap diprediksi menjadi unggulan untuk menjadi juara Liga Champions musim 2019/2020. Skuad Juventus kini dinilai lebih mumpuni dan punya pengalaman.
Ronaldo masih akan menjadi tokoh utama dalam upaya Juventus menjadi penguasa Eropa. Kini, Ronaldo tidak sendirian. Sebab, ada Buffon yang juga punya pengalaman bertumpuk meskipun belum pernah juara Liga Champions.
Para pemain baru seperti Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot bakal membuat lini tengah Juventus makin tangguh. Sementara, Matthijs de Ligt bakal menjadi warna baru di sektor pertahanan.



