24 C
Makassar
Saturday, March 28, 2026
HomePolitikKegagalan Danny-Ical Jadi Alasan ARB Maju di Pilwali Makassar

Kegagalan Danny-Ical Jadi Alasan ARB Maju di Pilwali Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Calon wakil walikota Makassar nomor urut 2, Abdul Rahman Bando, membeberkan alasan dirinya maju di pertarungan pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar 2020 ini.

Menurut keterangan mantan kepala Dina Perikanan dan Pertanian (DP2) kota Makassar tersebut, kegagalan Mohammad Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal dalam memimpin kota Makassar, menjadi salah satu faktor utama dirinya bertarung.

Pengakuan itu disampaikan Rahman Bando kepada awak media, pada saat dirinya melakukan kunjungan ke rumah salah satu warga di kelurahan Maccini Gusung, kecamatan Ujung Pandang, kota Makassar, Senin (19/10/2020) malam.

Rahman mengaku tahu betul kegagalan demi kegagalan yang terjadi semasa kepemimpinan paket Danny – Ical di Balaikota Makassar sejak tahun 2013 sampai tahun 2018 lalu.

BACA: Erwin Aksa: Saya Mencari Apartemen Lorong, Program Danny Pomanto

“Saya ini kan mantan kepala Dinas. Saya jadi bagian dari pemerintahan Danny-Ical. Ada banyak kegagalan di sana. Jadi, kalau Danny gagal, secara otomatis Ical pun demikian. Karena mereka satu paket,” ujar Rahman.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejumlah program yang digaungkan pada masa kepemimpinan Danny-Ical banyak yang mangkrak. Sebut saja proyek gendang dua, halte kapsul, Makassar Tidak Rantasa, dan sejumlah program lainnya tidak bisa berjalan maksimal.

Padahal, menurut Rahman, anggaran yang digunakan untuk menggagas semua program tersebut merupakan uang yang berasal dari rakyat. Jadi, secara tidak langsung, rakyat dirugikan karena tidak bisa menikmati fasilitas yang dinilai buang-buang anggaran.

Lebih lanjut Rahman menegaskan, semua yang ia katakan merupakan fakta lapangan. Dengan begitu, pihak Danny dan pihak Ical diminta untuk lapang dada menerima kritik. Tidak memutar balikkan fakta dengan tudingan pencemaran nama baik.

“Komitmen mereka dengan persoalan persampahan, kan gagal. Dimana semua itu gendang dua, mobil tangkasa ki, TPA bintang lima. Adakah semua itu? Jangan bilang ini pencemaran nama baik. Karena kita cuman mengungkapkan fakta,” jelas Rahman.

“Ini fakta. Itu semua tidak ada. Jangan dibilang fitnah atau pencemaran nama baik. Karena kita hanya ingin mencerdaskan masyarakat memilih pemimpin di Pilwali Makassar tahun 2020,” tegasnya.

Dengan begitu, Rahman meminta kepada masyarakat untuk tetap cerdas memilih pemimpin. Masyarakat harus memilih pemimpin berdasarkan program, bukan retorika saat berorasi belaka.

“Kita tidak boleh dininabobokkan atau dibohongi dengan berbagai orasi-orasi di lapangan. Tetapi, harus dengan data-data yang ril, berdasarkan statistik, program.”

Rahman juga mengajak kandidat lain untuk bermain politik yang cerdas dan bersih, bertarung gagasan, menjunjung budaya-budaya lokal, dan tidak memanfaatkan money politic demi menggaet suara.

“Saya berharap kita bermain politik demokrasi yang baik, yang santun, mengahargai budaya sipakatau, sipakainga, sipakalebbi. Mari kita bertanding dengan fair. Tidak perlu dengan cara yang kotor.”

Makanya kita (Appi-Rahman) tidak mendukung cara-cara bagi beras. Memang rakyat sedang butuh pangan, tapi jangan dengan politik baru mau berbagi seperti itu,” tutup Rahman.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img