PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Parepare, mengalami penurunan dalam beberapa tahun kemarin. Hal itu, diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Parepare, Guruhwahyu Martopo, Kamis (27/09/2018).
Guruh mengatakan, untuk kemiskinan, dari tahun 2016 sebesar 5,73% mengalami penurunan pada tahun 2017 sebesar 5,70%. Untuk pengangguran, kata dia, pada tahun 2015 sebesar 8,84%, pada tahun 2016 tidak dilakukan penelitian, namun pada tahun 2017 angkanya menurun dan saat ini sebesar 6,47%.
BACA: BPS: Kemiskinan Dan Pengangguran Di Parepare Menurun
“Jadi penurunan angka pengangguran selama dua tahun terkahir saat signifikan,” katanya, saat ditemui di ruangannya.
Tidak hanya itu, kata Guruh, angka pemerataan di Kota kelahiran BJ. Habibie tersebut, dalam skala 1, tahun 2017 sebesar 0,38% dan pada tahun 2016 sebesar 0,42%. Hal itu, jelasnya, tren yang sangat baik, dan merupakan bukti kemampuan suatu daerah dalam mengurangi kesenjangan.
BACA: BPS: Pengangguran di Parepare Menurun
“Trennya perlu diapresiasi karena jauh dari angka 0,50%. Terlebih, karena dibarengi dengan adanya peningkatan perekonomian,” ungkapnya.
Guruh menambahkan, inflasi di Parepare juga selalu di bawah rata-rata inflasi Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, lanjutnya, inflasi Parepare selalu terkendali dan selalu di bawah pertumbuhan ekonomi.
BACA: Angka Kemiskinan Sulsel Tinggi, SMERU: Bantuan Sosial Tidak Tepat Sasaran
“Parepare secara makro ekonomi juga baik. Pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan perekonomiannya juga baik,” tandasnya.
Sementara, Wali Kota Parepare HM. Taufan Pawe mengungkapkan, dalam membangun Parepare dan mengambil kebijakan, pihaknya senantiasa mengacu pada validasi dari data BPS.
“Apalagi, kami senantiasa melakukan evaluasi terhadap kinerja OPD yang ada, yang kami lakukan setiap pekannya dalam Coffee Morning,” tandasnya.



