“Seharusnya sekuriti kampus bisa mengendalikan diri, tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan, terlebih kita berada dalam wilayah perguruan tinggi,” ujarnya.
“Kan ada asas praduga tidak bersalah, jadi mereka selaku pihak keamanan kampus semestinya mengamankan, bukan memukul seperti ini. Adakah Protapnya Satpam dibiarkan memukul seperti itu,” ringkas Iqbal.
BACA: Ribuan Mahasiswa UIn Samata Geruduk Kampusnya
Sebelumnya diberitakan, menurut AAG, Ia bersama SA menjadi bulan-bulanan oknum satpam akibat dituduh sebagai pelaku Curanmor, lantaran memakai motor yang salah.
“Mauka pergi beli ikan untuk buka puasa, ku pinjam motornya juniorku. Karena saya lupa bertanya motor apa motornya, jadi saya berpatokan dengan kunci motor Honda, saat di parkiran saya mencoba di salah satu motor dan pas,” jelasnya.



