SULSELEKSPRES.COM – Menggugurkan kandungan memang boleh dilakukan, namun terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum seseorang melakukan prosedur ini.
Menggugurkan kandungan telah diatur oleh undang-undang. Jadi jika menyalagi aturan, maka aborsi dapat menjadi tindakan illegal.
Terdapat dua kondisi yang diperbolehkan untuk aborsi yaitu pada adanya indikasi darurat medis di mana kehamilan dianggap berpotensi mengancam jiwa ibu dan sang janin. Kondisi kedua adalah pada kehamilan akibat dari tindakan pemerkosaan.
BACA: Kandungan jambu biji merangsang jumlah trombosit naik
Jika penggunaan obat penggugur kandungan tidak dilakukan sesuai prosedur dan di bawah pengawasan dokter, tentunya akan sangat berbahaya. Selain terdapat kemungkinan pelanggaran hukum, penggunaan obat ini juga dapat membahayakan nyawa sang ibu.
Berikut adalah beberapa bahaya obat penggugur kandungan yang digunakan tidak sesuai prosedur:
Pendarahan vagina berat
Pendarahan vagina memang merupakan efek umum dari aborsi, termasuk aborsi yang menggunakan obat aborsi. Jika pendarahan vagina yang terjadi terlalu berat, maka akan berisiko pada sang ibu, bahkan bisa hingga menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat.
Infeksi
Jika menggunakan obat penggugur kandungan sendiri tanpa pengawasan dokter, maka terdapat kemungkinan proses pengguguran janin tidak terjadi dengan sempurna. Jika hal ini terjadi, maka akan berpotensi menyebabkan infeksi yang berbahaya bagi ibu.
BACA: 4 Penyebab Utama Pil KB Tidak Efektif Cegah Kehamilan
Gejala adanya infeksi bisa meliputi sakit kepala, pusing, nyeri otot, demam, dan rasa tidak enak badan. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala tersebut.
Bayi tumbuh namun tidak sempurna
Tingkat keberhasilan obat penggugur kandungan memang tinggi, namun banyak faktor yang berpengaruh agar obat ini dapat berhasil. Salah satu risiko yang mugkin terjadi jika obat aborsi gagal adalah janin dalam kandungan tetap tumbuh, namun berpotensi mengalami cacat lahir.
Kematian
Bahaya paling fatal dari penyelahgunaan obat penggugur kandungan adalah kematian. Jika terjadi pendarahan parah, infeksi, maupun komplikasi lainnya, seseorang juga dapat kehilangan nyawa setelah menjalani prosedur aborsi. Maka dari itu, pengawasan dokter sangat dibutuhkan selama menjalani prosedur ini.
Selain bahaya di atas, masih terdapat risiko lain dari aborsi seperti kesurakan rahim hingga kanker. Risiko tentunya juga akan semakin tinggi jika usia kehamilan semakin tua. Jadi, jangan pernah melakukan aborsi jika tindakan ini tidak memenuhi syarat dan justru akan berbahaya bagi nyawa Anda.



