MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kenyataan tidak menyenangkan harus diterima Rabiah (50), setelah bantuan sembako PSBB yang ia terima harus ditarik kembali oleh pemerintah.
Warga jalan Tanggul Patompo, kelurahan Balang Baru, kecamatan Tamalate, kota Makassar tersebut diminta untuk mengembalikan sembako yang telah ia terima, karena dirinya terdaftar sebagai peserta bantuan Beras Sejahtera (Rastra).
“Iye dikembalikan. Karena saya beng penerima Rastra,” ujar Rabiah dengan dialek khas Makassar.
Terkait pengembalian sembako tersebut, ibu tiga anak itu mengaku tidak tahu apa-apa. Ia hanya dipanggil ke kantor lurah untuk mengambil sembako.
Sembako yang ia ambil tersebut kemudian ia berikan kepada adiknya, karena sang adik tidak mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah.
Sayangnya, di sore hari (setelah menerima sembako), sembako yang telah ia berikan pada adiknya diminta kembali.
“Saya juga tidak tau. Tiba-tiba dipanggil ke kelurahan ambil sembako. Sorenya itu saya dipanggil lagi, suruh kembalikan itu sembako. Karena kalau tidak dikembalikan, katanya ditarik Rastra ta,” lanjut Rabiah.
Lebih parahnya, sebagian sembako yang diberikan Rabiah kepada adiknya sudah diolah dan dipakai. Akan tetapi pihak pemerintah meminta agar sembako yang telah terpakai tersebut diganti lagi.
“Iya ada mi (terpakai). Karena sudah saya kasi saya punya adek kasihan, karena tidak pernah juga dapat bantuan.”
“Tapi ku ganti ji semua. Na suruh ka ganti. Na bilang ganti semua itu yang sudah kita kasi keluar, jadi ku ganti mi, ada 50 ribu. Karena na bilang harus utuh kembali, jadi ku ganti mi kodong.”
“Kan tidak enak kasihan, karena sudah maki na kasi baru na minta kembali,” keluh Rabiah, Sabtu (2/5/2020) malam.
Setelah sembakonya ditarik dan mengganti beberapa hal yang terpakai, Rabiah berharap pemerintah bisa memperhatikan masyarakat kecil. Terlebih tidak ada lagi pemasukan selama wabah Covid-19.
Bahkan bantuan Rastra sendiri belum dikucurkan sampai hari ini. Rabiah masih terus menunggu hingga tanggal (5/5/2020) mendatang.
“Sekarang belum pi cair (Rastra). Biasanya Rastra turun setiap tanggal 5. Kalau ada itu biasa na hubungi ka pendamping, atau saya yang hubungi ki,” terang Rabiah.



