24 C
Makassar
Thursday, February 12, 2026
HomeParlemanKomisi E DPRD Sulsel RDP Bersama Dinas Pendidikan Terkait PPDB

Komisi E DPRD Sulsel RDP Bersama Dinas Pendidikan Terkait PPDB

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan terkait masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) , Selasa (22/6/2021).

RDP tersebut dihadiri Kadis Pendidikan, Ketua Panitia PPDB , juga hadir pihak Telkom sebagai Provider , Ombudsman dan Ketua Dewan Pendidikan SulSel.

Ketua Komisi E DPRD SulSel, Rusdin Tabi memimpin langsung RDP ini mengatakan, PPDB tahun ini harus lebih baik dari tahun tahun sebelumnya.

Sistem zonasi sangat menguntungkan karena jarak tempuh para murid ke sekolah tidak jauh. Ini juga memudahkan orang tua mengontrol proses belajar dan berkomunikasi dengan tenaga pengajar ke sekolah namun dalam penerapannya terkait zonasi masih perlu di benahi.

“Masih ada kecamatan yang belum ada Sekolah Menengah Atas Negeri, sebaliknya ada kecamatan yang terdapat Sekolah Menengah Atas Negeri lebih dari satu” kata Rusdin Tabi.

Kadis Pendidikan dan Ketua Panitia PPDB menjelaskan panjang lebar tentang mekanisme pelaksanan PPDB Tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun – tahun sebelumnya meskipun didalam pelaksanaannya tahun ini masih ditemukan masalah yang sifatnya Kasuistik tetapi masih bisa ditolerir.

Sementara, peserta didik yang lulus pada tingkat Sekolah menengah pertama dan sederajat tahun 2021 adalah 153.883 siswa kata Ketua Panitia PPDB. Adapun kuota PPDB Tahun 2021 untuk Sekolah Menengah Atas Negeri sebanyak 122.497 siswa. Artinya masih ada lulusan SMP sekitar 31.000 siswa yang tidak lolos PPDB.

Kendala lainnya, masih banyaknya siswa yang memfavoritkan beberapa SMA seperti SMAN 1 , SMAN 2 , SMAN 5 dan SMAN 17 sehingga mereka banyak menumpuk mendaftar disekolah tersebut.

“Komisi E mendorong agar Dinas Pendidikan untuk menambah ruang belajar SMA dan menambah sekolah baru SMA untuk mengantisipasi lonjakan lulusan SMP,” tutup Rusdin Tabi.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img