MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Salah satu komunitas yang ada di Indonesia, Komunitas Berani Hijrah Baik, yang berpusat di kota Jakarta, kini menyambangi kota Makassar.
Kehadiran mereka sejak hari Sabtu (22/6/2019) kemarin bukan sekadar ngabuburit atau roadshow saja. Mereka hadir membawa program kegiatan sosial yang terbilang langka di kalangan masyarakat, yaitu menghapus tatto.
Tatto memang kerap menjadi sorotan masyarakat, khususnya golongan-golongan agama tertentu. Bahkan tidak jarang dari kita yang menganggap bahwa orang bertatto identik dengan kekerasan dan kejahatan.
Tetapi seiring perkembangan zaman, keberadaan tatto kini berubah. Tattoo kini dianggap sebagai karya seni dan gaya hidup, khususnya bagi masyarakat perkotaan.
Meski begitu, nyatanya tidak semua orang bertatto merasa nyaman dengan kehadiran benda asing (tinta) di bagian tubuhnya. Terlebih lagi bagi mereka yang sudah mengenal ajaran agama.
Berangkat dari realitas itulah Komunitas Berani Hijrah Baik berinisiatif memberikan wahana bagi masyarakat bertatto yang ingin menghapus karya seni lukis tubuh itu dari badannya.
Tidak tanggung-tanggung, komunitas yang berdiri sejak tahun 2017 itu sukses mendatangkan kisaran 300 peserta uang ingin menghilangkan tattonya dalam waktu dua hari saja.
Hal itu disampaikan langsung oleh divisi Mobilisator Komunitas Berani Hijrah Baik, Wangkie. Pria yang akrab disapa Bang Wangkie ini mengungkapkan bahwa pihaknya hanya berniat memberi jalan baik kepada masyarakat, khususnya yang sudah hijrah.
“Ya kami kan cuma menjadi wadah untuk teman-teman yang sudah hijrah bang. Barangkali teman-teman merasa risih dan berniat menghapus tatto, nah kami fasilitasi,” ujarnya kepada Sulselekspres.com.
Proses penghapusan tatto ini sendiri tidak menggunakan alat sembarangan, tetapi menggunakan alat khusus penghapus tatto.
“Kami kasih hilang pakai laser. Nama alatnya itu Laser Endiact, yang tipenya Ikroma,” jelas Wangkie.
Wangkie juga menjelaskan bahwa proses kerja alat ini cukup efektif, sebab bisa digunakan menghapus beberapa jenis tatto, bahkan ada pilihan untuk menghapus jenis tintanya.
“Jadi alat ini dipakai karena memang khusus bang. Kita bisa hapus tatto sesuai dengan jenis tinta yang dipakai melukis tubuh,” lanjutnya.
Agenda yang dilaksanakan di Masjid Besar Bukit Baruga, Antang, kota Makassar sejak (22-23/6/2019) ini juga turut menghadirkan beberapa tokoh agama di Sulsel, seperti ustadz Das’ad dan ustadz Zaiturasmin.
Selain menghapus tatto, komunitas ini juga sekaligus melakukan launching chapter untuk wilayah kota Makassar. Makassar sendiri menjadi kota ke-17 di Indonesia dan menjadi kota pertama yang disambangi di wilayah pulau Sulawesi.
Launching chapter ini ditujukan untuk mempermudah akses dan layanan kepada masyatakat kota Makassar dan sekitarnya, yang ingin menghilangkan tattonya.



