26 C
Makassar
Friday, April 3, 2026
HomeMetropolisKontes LGBT di Bali Menuai Kecaman, Panitia Cari Lokasi Lain

Kontes LGBT di Bali Menuai Kecaman, Panitia Cari Lokasi Lain

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pihak Yayasan Gaya Dewata akhirnya menunda Grand Final Mister dan Miss Gaya Dewata 2018. Hal itu lantaran, kegiatan tersebut menuai kecaman dari masyarakat Bali.

Seperti diketahui, sebelumnya acara berlangsung di Bhumiku Balai Pertemuan, Denpasar, Bali. Yayasan menyadari tidak akan mudah untuk mendapatkan lokasi pengganti dalam waktu dekat. Namun, mereka tetap berkomitmen tetap menggelar kontes. Lokasinya masih dalam upaya pencarian.

“Kami sedang berusaha dan membutuhkan waktu untuk mengatasi hal tersebut, maka kami pun terpaksa menunda acara untuk sementara,” ujar keterangan Yayasan Gaya Dewata dalam situsnya, Kamis (10/11/2018).

Ditolak Masyarakat

Rencana penyelenggaraan Grand Final Mister dan Miss Gaya Dewata 2018 di Bali dibatalkan. Kepala Bidang Hubungan Masarakat Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja, mengatakan, pihaknya memastikan kontes kecantikan yang berbau lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) tersebut tidak akan digelar.

“Direktur Intelkam Polda Bali sudah mengonfirmasi bahwa kegiatan tersebut dibatalkan karena ada penolakan dari masyarakat Bali,” kata Hengky seperti dilansir dari Republika.co.id, Rabu (10/10/2018).

Hengky menyatakan, Polda Bali telah menerima surat resmi penolakan dari banyak lembaga masyarakat, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali. Sejumlah ulama di Bali secara langsung juga menyatakan penolakannya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak penyelenggara. Laman resmi yayasan yang berkantor pusat di Jalan Sakura IV, Dangin Puri Kangin, Denpasar, itu juga tidak dapat diakses.

Penulis: Muhammad Adlan

spot_img

Headline

spot_img
spot_img