MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya orang baru yang diungkapkan dalam kasus suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah daerah.
“Kita sedang tindak lanjuti, kalau para penyidik sudah menyimpulkan siapa lagi yang akan kena, itu mereka akan minta izin,” kata Agus Rahardjo, usai menghadiri acara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/3/2019).
Saat ini sudah ada 55 pejabat kementerian PUPR yang mengakui telah mendapatkan aliran dana dari proyek SPAM tersebut. Dan puluhan pejabat tersebut telah mengembalikan uang yang mereka terima dari aliran dana proyek itu.
BACA: 6 Maret, Fakultas Hukum Unhas Hadirkan Kapolri hingga Ketua KPK
Hingga sekarang, total uang yang diterima KPK senilai Rp20,4 miliar, USD148.500 dan SGD28.100. Aliran uang itu dikembalikan kepada KPK secara bertahap.
Proyek tersebut diduga masih melibatkan banyak orang lagi. Namun, Agus Rahardjo enggan untuk membeberkan hal itu secara rinci hasil temuan penyidik KPK. Dia hanya memastikan hal itu akan diekspos jika ada perkembangan berarti.
Hanya saja, dia membenarkan bahwa proyek tersebut memang berada di beberapa daerah yang ada di Indonesia. “Saya belum tau. Nanti akan diekspos dan dilaporkan, kemudian pimpinan akan menyetujui kasus itu akan ke mana,” jelasnya.
BACA: Diduga Aniaya Pegawai KPK, Sekda Papua Jadi Tersangka
Tak hanya menerima pengembalian uang, tim penyidik juga telah menyita rumah dan tanah di kawasan Sentul, Bogor dan emas batangan seberat 500 gram. Kedua aset tersebut disita KPK dari dua pejabat Kementerian PUPR karena diduga terkait dengan proyek SPAM.
Kasus tersebut terungkap saat KPK melakukan OTT. Dalam operasi tersebut 21 orang diamankan delapan di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Delapan orang yang tersangka adalah dari kementerian PUPR dan pihak Swasta 4 pejabat Kementerian PUPR yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah, PPK SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.
Sedangkan 4 orang lainnya dari pihak swasta yakni Dirut dan Direktur PT Wijaya Kusuma Emindao (WKE) Budi Suharto serta Lily Sundarsih, dan dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.



