MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan memberikan asistensi kepada daerah daerah-daerah yang KPUD yang tidak menyisakan calon komisioner petahana. Sedikitnya, ada dua opsi yang disiapkan.
“Opsi pertama, kami meminta kepada mantan komisioner untuk mendampingi teman-teman yang baru terpilih, misalnya jadi staf ahli atau konsultan. Pilihan kedua, kembali pada masing-masing penanggung jawab korwil (kordinator wilayah),” ujar Asram Jaya saat ditemui di kantor KPU Sulsel, Senin (25/6/2018).
Penanggung jawab korwil kata Asram adalah komisioner KPU Sulsel. Kata dia, masing komisioner mempertanggung jawabkan wilayah tertentu. Dimana untuk wilayah Bulukumba korwilnya adalah Syarifuddin Jurdi sementara Soppeng adalah Rahmawati Rahim.
“Nanti kita akan rapatkan kembali, bagaimana langkah selanjutnya, karena teman-teman lain masih terbagi konsentrasi,” sebut Asram.
Selain daerah tanpa komisioner petahana, KPU Sulsel, kata Asram juga memberikan perhatian yang sama porsinya pada daerah yang hanya memiliki satu komisiomer petahana saja. Apalagi kata dia, ada beberapa komisioner terpilih yang berasal dari Panwaslu.
“Kami beri perhatian yang sama, cuma ada korwil yang kordinasi. Setelah pelantikan, ada breefing. Sekretariat sebenarnya sumber dayanya sudah mensupport,” pungkas dia.
Diketahui, KPU RI, telah mengumumkan 11 komisioner KPU kabupaten/kota di Sulsel periode 2018 – 2023. Dua kabupaten diantaranya diisi oleh komisioner baru.
Kedua KPU kabupaten yang seluruh komisionernya baru adalah Bulukumba dan Soppeng. Selain 2 kabupaten/kota tadi, 9 lainnya yang komisionernya berganti adalah Maros, Barru, Gowa, Bone, Pangkep, Toraja Utara, Tana Toraja, Luwu Timur, dan Luwu Utara.
Komisioner dari 11 KPU kabupaten/kota tersebut akan mulai bertugas mulai hari ini, Selasa (26/5) atau sehari sebelum pencoblosan, setelah dilantik oleh ketua KPU RI Arif Budiman dini hari tadi di hotel Grand Clarion Makassar.



