
MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Regional Manager South Sulawesi, USAID, Willy Kumurur siap mendampingi pemerintahan Nurdin Abdullah untuk mengurangi anka kematian ibu hamil dan bayi di Sulawesi Selatan.
Willy mengatakan, kemampuan Nurdin Abdullah mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Bantaeng bisa menjadi contoh di Sulsel.
“Kami melihat angka kematian ibu melahirkan di Sulsel 2017 mencapai 115 orang. Bantaeng paling kecil di Sulsel,” jelas Willy saat menemui Gubernur Sulsel terpilih Sulsel HM Nurdin Abdullah di Hakata Travel Makassar, Jumat 24 Agustus 2018.
“Jadi kita akan membantu pemerintah Provinsi Sulsel selama Nurdin Abdullah jadi Gubernur untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi,” ujarnya.
Sukses Nurdin Abdullah menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Kabupaten Bantaeng, katanya, patut dijadikan model untuk disebarluaskan di kabupaten lain di Sulsel bahkan secara nasional.
Menurutnya, sesuai data dari Dinas Kesehatan Sulsel, ada beberapa kabupaten yang masuk kematian ibu melahirkan dan bayi yang dianggap sangat tinggi, yakni kabupaten Gowa, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Bone.
“Empat daerah itu masuk daerah yang tinggi angka kematian ibu melahirkan dan bayi. Rencananya kami jadikan empat daerah dulu sebagai pilot project,” katanya.
Gubernur Sulsel terpilih HM Nurdin Abdullah menyambut baik rencana USAID Sulsel untuk membantu pemerintah manangani risiko kematian ibu melahirkan dan bayi.
Nurdin Abdullah mengatakan, pengalaman di Bantaeng, penyebab kematian ibu melahirkan dan bayi karena keterkambatan menolong.
“Kehadiran Brigade Siaga Bencana (BSB) sangat membantu. Rakyat hanya menelepon 119 ambulance dan dokter serta tenaga medis langsung ke rumah,” jelasnya.
BSB inilah jelas Nurdin Abdullah kepada Willy, yang banyak membantu ibu-ibu hamil. “Banyak yang melahirkan di ambulance,” jelas Nurdin Abdullah.
Ambulance di Bantaeng, jelas Prof HM Nurdin Abdullah, stanrd internasional. “Dokter bisa melakukan tindakan operasi ringan di mobil,” ujarnya.





