24 C
Makassar
Wednesday, January 28, 2026
HomeDaerahKWLT: Pemberdayaan Warga Lingkar Tambang oleh Masmindo Berjalan Sesuai Fakta

KWLT: Pemberdayaan Warga Lingkar Tambang oleh Masmindo Berjalan Sesuai Fakta

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM, LUWU – Ketua Komunitas Warga Lingkar Tambang (KWLT), Najamudin, menanggapi aksi Aliansi Anak Adat Rante Balla di area operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) pada Jumat (8/8/2025). Ia menilai tuduhan bahwa perusahaan tidak memberdayakan tenaga kerja lokal perlu dilihat secara proporsional dan berbasis fakta lapangan.

Menurutnya, PT Masmindo Dwi Area selama ini telah melakukan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat setempat, mulai dari perekrutan tenaga kerja lokal, pelatihan keterampilan, hingga program pengembangan ekonomi desa.

“Kami terus memantau perkembangan di Masmindo. Perusahaan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan desa untuk memastikan tenaga kerja lokal menjadi prioritas. Data kami menunjukkan mayoritas pekerja berasal dari wilayah sekitar tambang, termasuk Rante Balla,” ujar Najamudin.

Ia menjelaskan, proses perekrutan dilakukan melalui prosedur ketat demi memastikan kompetensi dan kualifikasi pekerja. Hal ini, kata dia, bukan untuk menghambat warga lokal, melainkan demi menjamin keselamatan dan produktivitas kerja.

“Tambang adalah industri berisiko tinggi. Semua pekerja harus memenuhi standar keselamatan dan keterampilan tertentu. Karena itu, perusahaan menyediakan pelatihan gratis agar warga lokal siap bersaing,” jelasnya.

Sejak awal operasional, lanjut Najamudin, PT Masmindo Dwi Area telah memfasilitasi pelatihan operator alat berat, mekanik, hingga program kewirausahaan yang diikuti ratusan pemuda desa lingkar tambang. Sebagian peserta bahkan telah membuka usaha sendiri berbekal modal dan pendampingan dari perusahaan.

“Kalau bicara pemberdayaan, kita harus melihat hasilnya, bukan sekadar jumlah orang yang direkrut. Faktanya, sebagian besar pekerja tetap berasal dari masyarakat dan pemuda lingkar tambang,” tegasnya.

KWLT juga menyoroti adanya narasi yang mengabaikan program pemberdayaan di luar sektor ketenagakerjaan. Najamudin mencontohkan bantuan peralatan pertanian dan perkebunan, pendirian koperasi desa, serta dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan kesehatan yang dibiayai perusahaan.

“Banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, tapi narasi di media kadang hanya fokus pada hal negatif. Biasanya, yang seperti itu tidak update informasi dan tidak berbaur dengan masyarakat sekitar,” katanya.

Meski begitu, Najamudin mengakui masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam memperkuat komunikasi antara perusahaan dan masyarakat.

“Kalau ada pemuda yang merasa belum terakomodasi, pintunya terbuka untuk mengajukan diri lewat mekanisme resmi. Jangan dengan aksi blokade yang justru merugikan semua pihak,” tuturnya.

Ia menegaskan, KWLT siap memfasilitasi dialog antara pihak yang merasa dirugikan dengan manajemen Masmindo agar solusi yang diambil konstruktif dan tidak memicu gesekan sosial.

“Kita sama-sama ingin masyarakat sejahtera. Pemberdayaan adalah proses, bukan hasil instan. Mari kawal bersama tanpa saling menjatuhkan,” ucapnya.

Najamudin menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak menjaga suasana kondusif di wilayah tambang. Menurutnya, hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat adalah kunci agar program pemberdayaan berjalan optimal dan memberi manfaat jangka panjang.

“Kalau semua pihak mau duduk bersama, saya yakin persoalan ini bisa selesai dengan baik,” pungkasnya.(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img