SULSELEKSPRES.COM – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bercerita panjang soal misteri kehidupan dirinya dan Presiden Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi.
Selama 12 tahun kenal, Luhut menyebut kalau banyak hal terjadi antara dirinya dan Jokowi. Salahsatunya soal dimana kini dirinya yang harus menunggu Jokowi rapat, padahal dulu sebelum jadi presiden Jokowi yang harus menunggu.
Cerita itu disampaikan Luhut dalam diskusi bertajuk ‘Mengapa Harus Memilih’. Acara ini digelar di Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).
Baca: Sering Diserang Hoax, Denny Siregar dan Saiful Haq Bicara Prestasi Jokowi di Makassar
“Saya kenal 12 tahun Presiden Joko Widodo. Ya saya bilang serius,” ujar Luhut memulai ceritanya, dilansir dari Detikcom.
“Dia dulu kalau datang ke kantor saya, dia yang tunggu. Saya bilang ‘Mas Joko, tunggu sebentar saya masih rapat’. Iya, true story nggak ada bohong. Ya sekarang terbaliknya saya yang nunggu. Itu kan mystery of life,” tambah Luhut.
Eks Menko Polhukam itu sempat pula memeragakan cara jalan Jokowi. Sebelum masuk ke kancah politik, Luhut mengenal Jokowi sebagai pebisnis.
Baca: SYL Temui Luhut Panjaitan dan Moeldoko Bahas Posisi Staf Ahli Jokowi
Dahulu, Luhut memanggil Presiden RI ke-7 itu dengan panggilan ‘Mas’. Dia menyebut kisahnya dengan Jokowi sebagai misteri kehidupan.
“Pak Jokowi datang begini, begini (memperagakan gaya berjalan Jokowi), dia bisnis apalah gitu ya. Ya mestinya kan saya look down, tapi kan nggak. Saya dengan beliau, saya ‘mas’, saya dulu panggilnya ‘mas’. Sekarang nggak ‘mas’ lagi, panggilnya ‘pak’ sekarang. Ya tapi itulah mistery of life,” ucapnya.
Luhut sebagai seorang pensiunan jenderal TNI bintang empat juga mengaku harus hormat kepada Jokowi.
“Ya kita harus terima juga itu, kalau sekarang tiba-tiba beliau naik, ya yang lain terima hormat lah. Ya saya kan bintang empat, jendral, gagah, duit punya, apa lagi,” canda Luhut yang disambut tawa hadirin.
Dalam diskusi tersebut, Luhut juga menceritakan curhat Jokowi soal tuduhan PKI terhadap dirinya. Jokowi, sebut Luhut, heran dengan tuduhan PKI yang ditujukan kepadanya.



