Mahasiswa Teknik UKI Duduki DPRD Tana Toraja

Massa unjuk rasa menyampaikan aspirasi didepan kantor DPRD Kabupaten Tana Toraja/ IST

MAKALE, SULSELEKSPRES.COM – Ratusan mahasiswa jurusan Teknik Mesin, Universitas Kristen (UKI) Toraja kembali melakukan aksi solidaritas peduli mahasiswa didepan Kantor DPRD Tana Toraja Jl Pongtiku, Kota Makale, Tana Toraja. Selasa (7/11/2017).

Dalam aksi ini mereka memrotes adanya kebijakan pihak Kampus UKI Toraja, melakukan Drop Out (DO) kepada 26 Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin.

Para pengunjuk rasa menilai pihak kampus mengambil keputusan semena-mena, dan tanpa melalui kajian yang jelas mereka langsung memecat 26 orang mahasiswa.

Awal dari pemecatan 26 mahasiswa UKI Toraja ini hanya karena melakukan penyambutan mahasiswa baru, yang dinilai pihak kampus melanggar aturan yang tertuang dalan statuta Universitas Kristen Toraja.

Dalam menyampaikan aspirasinya, pengunjuk rasa mengecam selebaran yang dibagikan oleh pihak UKI Toraja keseluruh Jemaat Gereja Toraja, yang berisikan mahasiswa yang melakukan pengrusakan fasilitas kampus adalah orang-orang yang tidak beriman dan tidak taat terhadap Pancasila.

“Kami dianggap oleh pihak kampus sebagai orang yang tidak beriman dan tidak taat terhadap pancasila dan menggunakan gereja sebagai media untuk memfitnah mahasiswa dengan cara membagikan selebaran yang isinya sangat menciderai hati mahasiswa jurusan teknik mesin” ujar Kordinator Aksi, Palenggang.

Selain itu peserta aksi juga menanggapi selebaran yang dibagikan kejemaat geraja toraja oleh pihak kampus, yang menyatakan bahwa mahasiswa yang di Drop Out karena melakukan aksi anarkis sementara surat Drop Out dikeluarkan sebelum adanya aksi yang berujung anarkis.

“Selebaran yang dibagikan ke setiap gereja toraja yang isinya menuding kami melakukan aksi anarkisme sehinga di Drop Out itu tidak benar adanya karena surat DO itu sudah ada sebelum kami melakukan aksi unjuk rasa” lanjut Palenggang.

Saat ini pihak mahasiswa diterima oleh 5 anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja dari komisi I, yang membidangi pendidikan. Yakni Beatriks Palambak, Paulus Paonganan, Kendek Rante dan Amir Loga.

Massa menuntut agar pihak DPRD Tana Toraja, agar dapat memanggil dan memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dengan pihak Pimpinan UKI Toraja.

Anggota DPRD Tana Toraja saat menemui peserta aksi, berjanji akan mempertemukan pihak UKI Toraja dengan mahasiswa.

“Kami selaku perwakilan rakyat akan memfasilitasi pertemuan antara pimpinan UKI Toraja dengan adek-adek mahasiswa agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan baik” kata Paulus Paonganan didepan peserta aksi.

Selain itu mereka juga mendesak pimpinan UKI Toraja untuk meninjau kembali keputusan tersebut, mengingat pemecatan tersebut sama sekali tidak sesuai prosedur dan mengesampingkan aspek pembinaan selaku pelaku pendidik.