9. Gorengan
Makanan gorengan dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit seperti peningkatan kadar kolesterol, lemak, obesitas, penyakit jantung, dan peradangan lainnya. Membatasi asupan makanan gorengan dapat mencegah risiko penyakit, termasuk mengelola gejala nyeri dan radang sendi.
10. Makanan Karbohidrat Olahan
Karbohidrat olahan adalah jenis karbohidrat yang sudah diolah serat atau nutrisi lainnya berkurang. Contoh karbohidrat olahan adalah roti putih, nasi putih, tepung putih, sereal, adonan pizza, biji-bijian olahan, popcorn, permen, dll.
Makanan dengan karbohidrat olahan juga meningkatkan respons peradangan dalam tubuh. Sebaiknya, batasi asupan karbohidrat olahan atau imbangi dengan konsumsi makanan seperti salad buah, sayur, dan menu sehat lainnya.
11. Advanced Glycation End Products (AGEs)
Advanced glycation end products (AGEs) atau produk akhir glikasi lanjutan adalah makanan yang melalui proses pengolahan sehingga membentuk suhu tinggi dalam makanan. Misalnya, makanan yang dipanggang, digoreng, dan dipasteurisasi.
Proses pengolahan makanan tersebut dapat membuat reaksi spontan antara gula dengan protein atau lemak, serta mungkin menyebabkan racun. Konsumsi jenis makanan ini dapat meningkatkan risiko radang sendi karena tubuh akan memproduksi hormon sitokin untuk mengaktifkan respon inflamasi tersebut dalam memecah makanan AGEs.
12. Makanan Pemicu Inflamasi
Berikut ini beberapa jenis lemak yang memicu inflamasi berdasarkan Arthritis Foundation:
• Lemak jenuh, terkandung dalam keju, daging, dan mentega.
• Lemak trans, terkandung dalam makanan cepat saji, makanan kaleng, olahan kue, dan keripik.
Anda dapat mengonsumsinya namun dalam jumlah yang terbatas. Kandungan lemak tersebut meningkatkan tingkat peradangan tubuh.
13. Makanan Tinggi Asam Lemak Omega 6
Asam lemak omega 6, terkandung dalam minyak jagung, minyak safflower, bunga matahari, dan minyak sayur. Konsumsi asam lemak omega 6 tidak berbahaya dalam jumlah sedang, namun dapat memicu peradangan sendi dalam jumlah tinggi.
14. Daging Merah
Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), daging merah mengandung purin tinggi yang menyebabkan kenaikan asam urat dan dikaitkan dengan gejala nyeri atau radang sendi. Selain itu, daging merah mengandung asam lemak omega 6 (asam arakidonat) yang relatif tinggi.
15. Alkohol dan Tembakau
Ada banyak gangguan kesehatan akibat penggunaan alkohol dan tembakau, mulai dari risiko penyakit jantung, paru-paru, kanker, dan radang sendi. Perokok rentan terkena gangguan sendi rheumatoid arthritis akibat kondisi asam urat.
Itulah pembahasan tentang makanan penyebab nyeri sendi. Perubahan pola makan dapat membantu mengelola gejala nyeri sendi seperti membatasi asupan gula, makanan olahan, makanan tinggi purin, dll. Konsultasi lagi dengan dokter untuk mengatasi nyeri sendi dengan obat-obatan.
Sumber: Dokter Sehat



