GOWA, SULSELEKSPRES.COM – Bencana tanah longsor melanda Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Selasa (22/1/2019) kemarin.
Akibatnya, Desa berpopulasi ratusan jiwa tersebut terisolir hingga saat ini, Rabu (24/1/2019).
BACA: Cerita Sedih Nenek Nurjannah Selamatkan Cucu Ditengah Kepungan Banjir
“Satu-satunya jalan itu dari kecamatan Manuju, untuk sampai ke sini itu jalan kaki 9 kilometer,” kata Kepala Desa Mangempang, Mustari. M, kepada Sulselekspres.com saat dihubungi.
Kata Mustari, kondisi desa saat ini dinilai memprihatinkan. Bantuan Tim SAR dan bahan pangan pun belum masuk sejak Selasa lalu.
BACA: Status Bendungan Bili-bili kembali Normal
“Sementara persediaan makanan ini menipis, mungkin satu hari lagi sudah habis,” ujarnya.
Saat ini, para warga yang menjadi korban tengah mengungsikan diri di posko darurat yang dibuat sementara oleh warga setempat; SD Inpres Mangempang, Masjid Taqwa, dan rumah seorang warga atas nama Dirham.
Selain itu, sebagian kondisi rumah warga yang terletak di desa ini menurut Mustari rusak parah, dan 20 persen lainnya dianggap hilang.
“Jadi 4 dusun ini, saya lihat 60 persen rumah rusak parah, 20 persen hilang,” kata dia.
Untuk sekarang, kendala para pengungsi diantaranya; air bersih untuk minum dan masak serta alat memasak seperti gas elpiji.
“Sekarang air minumnya sudah tidak cukup lagi,” Mustari menandaskan.
Sementara itu, Ketua Posko Darurat Desa Mangempang, Dirham, mengaku saat ini ada beberapa kebutuhan dasar yang sifatnya mendesak.
“Di sini ada sekitar 600 orang, yang membutuhkan bantuan segera,” kata dia saat dihubungi.
Kebutuhan itu diantaranya;
1. Susu Formula untuk usia 0-4 tahun.
2. Popok untuk Bayi dan Lanjut Usia (lansia).
3. Gas elpiji.
4. Bahan makanan mentah atau siap saji.
5. Air bersih untuk aktivitas MCK, masak, dan minum.
6. Obat-obatan.
Kata Dirham, memasuki hari ketiga terisolir, warga telah membentuk tim evakuasi, logistik, dan tenaga medis.
“Tenaga medis yang digunakan disini itu tenaga medis puskesmas yang berdomisili di sini,” ujar Dirham.
Sementara untuk korban yang luka ringan telah diberikan perawatan medis di posko ungsi. Sedang korban yang mengalami luka berat sudah diboyong ke RSUD Syekh Yusuf Gowa, untuk menerima perawatan intensif oleh kedokteran.
“Alahamdulillah setelah 3 jam, kami dapat kabar mereka sudah sampai di RSUD Syekh Yusuf,” ungkap dia.
Sementara itu, akibat tanah longsor, 6 warga dipastikan meninggal dunia akibat tertimbun materil longsor saat kejadian, Selasa lalu.



