25 C
Makassar
Monday, February 16, 2026
HomeHeadlineMengapa Pelaku Penyerang Simbol Agama Kerap Dilakoni Penderita Kelainan Jiwa?

Mengapa Pelaku Penyerang Simbol Agama Kerap Dilakoni Penderita Kelainan Jiwa?

- Advertisement -

Kemiripan Modus Namun Beda Sasaran

Dalam kutipan wawancara (22/2/2018) antar eks wakil kepala Badan Intelijen Negara (BIN), As’ad Said Ali dan BBC News Indonesia, kasus ini rupanya pernah terjadi pada 1998.

As’ad mengatakan, kasus-kasus dugaan penganiayaan dan teror terhadap ulama di Jabar dan Jatim, mirip dengan kasus pembunuhan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai dukun santet di Banyuwangi pada 1998 silam.

Namun, kata As’ad, sasaran para pelaku seiring waktu mulai bergeser. Pelaku mulai menyerang guru-guru mengaji hingga tokoh masyarakat seperti ketua RT atau RW.

BACA: Hadiri Istighosah Kebangsaan, Gubernur Sulsel Sampaikan Pesan Ini

“Itu pernah terjadi dulu, seperti kasus dukun santet di Banyuwangi, yang pakai pola orang gila juga. Karena orang gila tidak bisa diusut, tiba-tiba kasus menjadi hilang,” kata As’ad Said Ali, seperti dipetik dari BBC News Indonesia.

Kemiripan lainnya, kata As’ad, yakni pada waktu kejadiannya. Insiden penyerangan tersebut, menurut As’ad kerap terjadi saat menjelang momentum politik.

Saat peristiwa di Banyuwangi pada masa lampau, ditandai saat menjelang peristiwa politik di mana Suharto memundurkan diri sebagai Presiden, sedang kasus-kasus dugaan penyerangan terhadap simbol agama pada 2018 lalu, terjadi menjelang Pemilukada serentak.

Meski begitu, dalam kutipan wawancaranya, As’ad enggan berspekulasi terkait siapa aktor dan motif di balik kasus-kasus penganiayaan terhadap ulama yang terjadi belakangan.

Untuk itu, As’ad meminta, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian dan kejelasan kasus-kasus tersebut.

“Kalau lama, semua orang akan menunggangi, akhirnya akan terjadi perpecahan. Apalagi sekarang sudah ada media sosial yang mempercepat beredarnya itu,” katanya.

Terduga Pelaku Pelemparan Rumah Sanusi Baco juga Orang Gila: Kebetulan?

spot_img

Headline

spot_img
spot_img