29 C
Makassar
Wednesday, February 11, 2026
HomePolitikMengulik Buku Ijtihad Politik Pembangunan Karya Muh. Aras

Mengulik Buku Ijtihad Politik Pembangunan Karya Muh. Aras

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Muhammad Aras, resmi meluncurkan karya pertamanya dalam bentuk buku.

Buku yang diberi judul “Ijtihad Politik Pembangunan, Refleksi 1 Tahun Pengabdian di DPR RI” tersebut diluncurkan jelang momentum pelaksanaan Muktamar ke-IX PPP di Hotel Claro, jalan A.P Pettarani, kota Makassar, Jumat (18/12/2020) sore.

Buku tersebut memuat seputar laporan pertanggungjawaban Muhammad Aras selama satu periode keterlibatannya di DPR RI.

Menurut keterangan Muhammad Aras, inisiatif menulis laporan kerjanya dalam bentuk buku tersebut sebagai upaya menanamkan warisan pengetahuan juga pengabdian yang pernah ia lakukan untuk warga Sulawesi Selatan.

“Buku ini adalah karya pertama saya. Isinya soal laporan kerja selama satu tahun di Senayan,” buka Muh. Aras.

“Setidaknya ada upaya saya memberikan kenang-kenangan untuk generasi mendatang. Ini juga sebagai publikasi pertanggungjawaban saya kepada masyarakat Sulsel,” jelasnya.

Hal tersebut sontak mendapat apresiasi dan pujian dari berbagai pihak. Mulai dari pimpinan Komisi V DPR RI, Arwan Thomafi, pengamat dan akademisi, sampai pada pihak Abdesi.

Wakil Pimpinan Komisi V DPR RI, Arwani Thomafi, mengatakan bahwa Muh. Aras bisa menjadi figur percontohan bagi semua legislator yangbada di Senayan dalam hal melaporkan hasil kerjanya.

“Sudah seharusnya anggota DPR itu membuat laporan kinerja tahunan dalam bentuk buku,” ujar pria yang akrab disala Gus Aan tersebut.

Sejauh ini, menurut Gus Aan, laporan yang dikeluarkan oleh anggota DPRD hanya didominasi dengan gambar kegiatan, disertai laporan pertanggungjawaban.

Sehingga, inisiatif Muhammad Aras tersebut dinilai sebagai langkah edukatif kepada masyarakat, juga kepada legislator yang ada di lingkup senatan, maupun di tingkat daerah.

“Bukan hanya foto, tapi bagaimana pak Aras memaknai sebagai jalan poltik pembangunan. Ini patut dicontoh tentunya,” jelas wakil ketua umum PPP tersebut.

“Sebab politik harus dinilai sebagai ibadah. Politik kalau tidak dinilai sebagai ibadah, maka ujungnya hanya berada pada politik kekuasaan saja. Pak Aras ini sudah sampai di tingkat ibadah itu,” bebernya.

Sementara wakil sekretaris Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sulawesi Selatan, Muh. Jufri Lau, mengatakan jika selama ini Muh. Aras sudah banyak memberikan sentuhan untuk kawasan pedesaan.

Menurut Jufri, baru kali ini ada anggota DPR RI yang intens berkomunikasi dan total membangun desa. Sebab, sebelumnya belum ada yang setital Muh. Aras.

“Saya sebenarnya cemburu, kenapa pak Aras ini bukan dari dapil saya (Dapil Sulsel I). Seandainya dia di Dapil saya, pasti pedesaan bisa lebih maksimal,” ujarnya.

“Tapi, sekalipun dia dati Dapil II, pembangunan pedesaan di Sulsel sangat merata. Sentuhan tangannya luar biasa. Termasuk program bedah rumah,” jelasnya.

Tidak ketinggalan, pengamat Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, juga memberi apresiasi, sekalipun ia masih memberi sejumlah catatan dalam hal struktur penulisan.

Menurut Firdaus, langkah brilian Muh. Aras menuangkan laporan dalam.bentuk buku merupakan sesuatu yang membanggakan. Sebab, Aras berani memberi gebrakan baru.

“Ini gebrakan baru. Pak Aras berani mengambil langkah brilian. Ini sangat bagus. Hanya saja saya memberi catatan soal struktur penulisannya. Perlu polesan yang lebih menarik,” jelasnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img