29 C
Makassar
Thursday, February 12, 2026
HomeOlahragaMenpan Syafruddin Tegaskan Ogah Pimpin PSSI

Menpan Syafruddin Tegaskan Ogah Pimpin PSSI

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dewan Pembina Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Syafruddin, menegaskan tidak ingin menduduki pucuk pimpinan induk organisasi sepakbola Indonesia itu. Menggantikan Edy Rahmayadi yang mundur beberapa waktu lalu.

“Saya tidak mau jadi ketua umum PSSI,” kata Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) itu di Makassar, Minggu (3/3/2019).

Dia menegaskan juga bahwa tidak ingin mengurusi induk sepakbola Indonesia itu khususnya terkait Konfrensi Luar Biasa (KLB) yang rencananya akan digelar oleh pengurus PSSI.

Kekosongan pucuk pimpinan PSSI tersebut terjadi setelah Edy Rahmayadi mundur karena pertimbangan jabatannya sebagai Gubernur. Mundurnya Edy kemudian digantikan oleh Joko Driyono sebagai pelaksana tugas katua umum.

Namun, belum beberapa lama menjabat, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Mafia Bola dalam kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor di Liga Indonesia.

Nama-nama muncul untuk menggantikan Jodri seperti Dewan Pembina PSSI, Syafruddin, Budi Waseso, dan terakhir adalah Erik Tohir. Namun, siapapun yang akan naik nantinya, Syafruddin menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus.

“Yang mana saja silahkan saja yang penting saya tidak,” tegas Syafruddin yang juga mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia tersebut.

Sebelumnya, Syafruddin juga telah menegaskan menolak diadakannya KLB karena menurutnya hla itu hanya memperparah kondisi PSSI. Dia juga mengatakan bahwa jika KLB dilakukan akan sedikit banyaknya menambah kondisi di tubuh PSSI yang saat ini dalam kondisi kurang baik.

Namun, santer beredar bahwa KLB akan dilakukan bahkan meski banyak penolakan dari berbagai pihak. “Itukan cuman saran saya sebagai pemerhati dunia dan bagian dari dunia persepakbolaan supaya tidak tercedarai, tapi kalau mereka putuskan yang lain yah silahkan,” jelasnya.

Penulis: M. Syawal

 

spot_img

Headline

spot_img
spot_img