31 C
Makassar
Saturday, April 4, 2026
HomeDaerahMentan RI Teleconference Soft Launching Bentuk Kostratani 

Mentan RI Teleconference Soft Launching Bentuk Kostratani 

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Kementerian Pertanian Ri dibawa komando Dr.H.Syahrul Yasin Limpo SH,M.Si,MH melaporkan program 100 hari nya salah satunya pembuatan satudata atau harmonisasi data.

Selain itu, mantan Gubernur Sulsel dua periode ini juga membentuk Komando Strategi Pembangunan Pertanian dengan nama (KOSTRATANI) yang akan dipusatkan di Balai Penyuluh Pertanian atau BPP bertujuan sebagai simpul data dan informasi pusat kegiatan display varietas pusat konsultasi bagi petani dan akan dilengkapi berupa sarana dan prasarana BPP seperti peralatan komputer, Drone alat dan mesin pertanian termasuk peningkatan sumber daya manusianya.

Pada Soft Launching Kostratani ini berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sibulue melalui teleconference yang disaksikan langsung Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone Ir. H. Sunardi Nurdin, M.Si didampingi Camat Sibulue Andi Zainal Wahyudi beserta Danramil Sibulue Kapt Inf. Muldin As, dan Kapolsek Sibulue Aris Supu.

Selain itu, teleconference juga disaksikan Kepala Desa Mallusetasi Hasanuddin, Kelompok Tani Mali Siparappe, Beringin, Penyuluh Pertanian, POPT, dan PBT.

Kepala Dinas Pertanian Sunardi Nurdin mengatakan bahwa kegiatan Soft Lounching Kostratani dilakukan di lahan Kelompok Tani (Poktan) seluas 70 Ha yang merupakan bantuan dari Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan tahun 2019 dengan komoditas yang sedang diusahakan yakni Kedelai.

“Soft launching ini dipusatkan pada area lahan  Poktan yang ditanami Kedelai. Dimana tanaman kedelai yang ditanam merupakan varietas Agromulya,” katanya.

Menurut, H.Sunardi Nurdin menambahkan adapun jumlah luas tanam kedelai di Kabupaten Bone dengan sistem monokultur seluas 582 Ha dan tumpangsari seluas 954 Ha.

“Pertanaman Kedelai tersebar dibeberapa Kecamatan yakni Barebbo, Cina, Sibulue, Ponre, Tellu Siattinge dan Tanete Riatang Barat. Diperkirakan Kedelai akan panen pada akhir bulan Februari 2020. Saat ini rata-rata produksi kedelai 1,9 ton/ha, dengan harga jual ditingkat petani Rp. 6.000 /kg,” tambahnya.

“Kedelai tersebut dipasarkan kepada pedagang pengumpul dan pengrajin Tempe, Tahu dan Susu Kedelai. Harapan dari Petani perlu adanya jaminan harga dan juga difasilitasi sarana pasca panen Kedelai, agar petani mau berusahatani kedelai,” sambungnya.

H.Sunardi merincikan saat ini Kabupaten Bone memiliki Badan Penyuluh Pertanian (BPP) yang tersebar di 27 Kecamatan dengan jumlah Penyuluh Pertanian sebanyak 314 orang dengan rincian Penyuluh Pertanian PNS 86 orang, THL-TB PP 90 orang, PP swadaya 138 orang, POPT 19 orang (15 PNS dan 4 THL)  PBT 2 orang.

Diketahui, pada soft opening tersebut dihadiri Menteri Agraria/Kepala BPN  Sofyan jalil, Kepala Badan Statistik, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan para pejabat jajaran Esalon 1 lingkup Kementerian Pertanian. (*)

Laporan: Yusnadi

spot_img

Headline

spot_img
spot_img