SULSELEKSPRES.COMĀ – Aktivis lingkungan di Sulsel meragukan keseriusan pemerintah melindungi para aktivis lingkungan dan HAM.
Hal ini setelah kabar kematian aktivis Walhi di Sumut, Golfrid Siregar yang dicurigai sebagai kasus pembunuhan.
Direktur Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin mencurigai kalau kematian Golfrid sekaitan dengan aktivitasnya sebagai aktivis. Dia bahkan meyakini kalau peristiwa ini kuat dugaan adalah pembunuhan berencana.
āKami sangat yakin Golfrid Siregar meninggal karena dibunuh. Tidak ada tanda-tanda bahwa dia meninggal karena kecelakaan. Kemudian disisi lain, peristiwa ini juga menunjukan bahwa keselamatan aktivis lingkungan dan HAM di Indonesia sangat terancam,” kata Al Amin, (7/10/2019).
Dia mengatakan, dirinya mengetahui kabar meninggalnya Golfrid Siregar dari media sosial. Ia juga turut berbela sungkawa atas peristiwa tersebut.
āSaya memperoleh kabar duka ini dari media sosial. Lalu, setelah membaca kronologis kejadiannya kami yakin peristiwa ini pembunuhan berencana,” katanya.
Lebih lanjut, Amin mengatakan, pembunahan maupun ancaman pembunuhan aktivis lingkungan hidup dan HAM di Indonesia makin meningkat selama lima tahun ini. Selain aktivis, masyarakat yang juga memperjuangkan hak lingkungan hidup juga turut menjadi korban.
Bagi Amin, ini bukti bahwa negara tidak memiliki niat untuk melindungi aktivis lingkungan hidup dan HAM.
āYang paling penting sekarang bagaimana pemerintah memberi perlindungan bagi aktivis lingkungan dan HAM, serta masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup. Walaupun jujur, saya sangat pesimis negara mau melindungi para aktivis,” ujar dia.
Selanjutnya, terkait peristiwa meninggalnya Golfrid Siregar, Amin tetap mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas, menemukan serta mengadili pelaku.
āUntuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, pemerintah melalui lembaga kepolisian harus segera mengungkap kematian Golfrid Siregar,” pungkasnya.
Informasi yang berhasil dihimpun, Golfrid menghilang sejak Rabu (2/10) sekitar pukul 17.00 Wib untuk pergi ke JNE dan bertemu seseorang di Marendal. Sejak saat itu, Golfrid sudah tidak bisa dikontak istri korban.
Selanjutnya, pada Kamis (3/10) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Golfrid Siregar ditemukan tidak sadarkan diri diĀ fly overĀ Jalan Jamin Ginting, Medan.
Korban ditemukan tukang becak yang kebetulan melintas di sana. Kemudian oleh tukang becak tersebut Golfrid dibawa ke RS Mitra Sejati lalu diarahkan untuk ditanganiĀ diĀ RSUP Haji Adam Malik, Medan.
(*)
—
Kirim dari Fast Notepad



