MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Aziz) memiliki cara tersendiri untuk berkampanye di bulan puasa.
Melalui Juru Bicara (Jubir) NH-Aziz, Muhammad Natsir mengatakan, teguran yang disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulsel kepada pasangan calon untuk tidak melakukan kampanye dan sosialisasi di tempat ibadah. Apalagi di bulan ramadan ini.
“Yang bawaslu tegaskan soal berkampanye di tempat ibadah (Mesjid), yaitu mengajak, menyosialisasikan diri, nomor urut, program Paslon (Pasangan calon) di Pilkada (Pemilihan kepala daerah),” kata politisi Golkar Sulsel itu, saat dihubungi melalui WhatsAppnya, Sabtu (19/5/2018).
Selain itu, seperti biasanya pada momentum Pilkada yang masuk tahapan di saat bulan suci ramadhan, maka pasti memiliki konsep kampanye berbeda dengan bulan lainnya.
Pasangan nasionalis-religius itu, tidak ingin melanggar aturan yang berlaku di penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu), apalagi di bulan yang penuh dengan barokah ini.
“Di Bulan Ramadhan ini hanya safari Ramadhan saja,” tambah mantap Ketua Badko HMI Sulselbar itu.
Selain itu, pasangan putra Kabupaten Bone dengan putra kelahiran Luwu itu, sudah menampung seluruh panggil masyarakat, relawan dan semua tim untuk berbuka puasa bersama dengan pasangan usungan partai Golkar, Nasdem, Hanura, PKB dan PKPI itu.
“Jadwal sementara dirapikan berhubung banyaknya undangan buka puasa yang masuk untuk NH-Azis,” pungkasnya.
Penulis: Abdul Latif






