MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Kadir Halid menilai Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyepelekan lembaga DPRD.
Hal ini diungkapkan Kadir Halid setelah melakukan aksi walk out dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi terhadap nota keuangan Ranperda APBD pokok 2019.
BACA: Paripurna Alot, Wakil Ketua DPRD Sulsel: Kami Butuh Kemesraan Dengan Eksekutif
Aksi walk out fraksi Golkar ini atas kehadiran Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang hanya mengikuti pembukaan rapat paripurna sekitar 15 menit dan izin pamit melakukan perjalanan agenda di Kabupaten Sidrap.
Kadir Halid menilai sikap tersebut tidak menghargai mekanisme yang ada di lembaga DPRD Sulsel.
“Kita sebagai mitra untuk membangun daerah ini, DPR tidak boleh disepelekan,” tegas Kadir saat ditemui di ruang fraksi Golkar, DPRD Sulsel, Rabu 21 November 2018.
BACA: Banggar DPRD Sulsel Tunda Paripuran Nota Keuangan, Ini Penyebabnya
Ia menilai pihaknya memilih walk out karena sesuai pasal 142 ayat 5 tata tertib DPRD Sulsel dimana proses rangkaian pembahasan RAPBD wajib dihadiri Gubernur dan wagub.
Menurut Kadir, fraksinya kecewa sebab kehadiran Gubernur berbeda dengan kesepakatan sebelumnya di Rujab Gubernur dan Hotel Claro, Selasa (20/11/2018) kemarin.
BACA: Golkar dan Gubernur Hengkang Saat Paripurna RAPBD Sulsel 2019
“Kesepakatan kita kemarin (dalam pertemuan di Rujab Gubernur dan di Hotel Claro), Pak Gubernur hadir mendengarkan pemandangan umum fraksi,” singkatnya.



