“Saya pulang kampung bukan untuk mengejar kekuasan dan harta, tapi untuk mengabdi demi Sulsel Baru yang lebih makmur dan sejahtera. Saya tidak terbiasa memberikan janji yang tidak dapat saya laksanakan,” kata Nurdin Halid belum lama ini.

Tekad kuatnya ikut bertarung dalam kontestasi Pilgub Sulsel disebutnya sebagai jalan pengabdian untuk kampung halaman.
Nurdin mengaku merasa terpanggil terlibat langsung membangun kampung halamannya. Tujuannya sederhana, membawa perubahan untuk masyarakat Sulsel.
BACA JUGA:
“Saya telah menyusuri lolong lorong perjuangan, lorong pengabdian dan sungai kehidupan di Sulsel. Di situ saya melihat ada keinginan dan harapan besar masyarakat Sulsel untuk berubah dan hidup lebih baik. Itulah yang mendorong saya untuk menerima amanah ini maju di Pilgub Sulsel 2018,” kata dia.
Perjuangan Nurdin Halid memimpin Sulsel tentu tidaklah mudah. Keberhasilan menaklukkan tanah rantau tentu bukan jaminan bakal mulus ditanah kelahiran sendiri. Harapan dan niat baiknya masih harus melewati seleksi rakyat dalam Pilkada.
Namun Nurdin tetaplah Nurdin. Seorang lelaki Bugis. Seorang petarung yang selalu berusaha jaya dalam tantangan.
Penulis: Abdul Latif





