25 C
Makassar
Tuesday, February 3, 2026
HomeDaerahPalopo Masuk Zona Orange, Warga Diminta Shalat Iduladha di Rumah

Palopo Masuk Zona Orange, Warga Diminta Shalat Iduladha di Rumah

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kota Palopo, juga meniadakan pelaksanaan shalat Iduladha di masjid dan lapangan.

Hal itu sesuai keputusan bersama Wali Kota Palopo dan Forkopimda, FKUB, Kemenag Palopo, serta organisasi keagamaan dan unsur terkait.

Rapat bersama diadakan di Aula Ratona Kantor Wali Kota Palopo, Minggu (18/7/21) sore.

Wali Kota Palopo, Judas Amir mengatakan, pelaksanaan sholat Idul Adha tahun ini dilakukan di rumah masing-masing.

“Keputusannya pertemuan ini, kita shalat Idul Adha di rumah masing-masing,” kata Judas saat memimpin rapat.

Tak hanya itu, Judas Amir juga menyampaikan kepada lurah dan camat agar mengimbau warga k tidak melakukan kunjungan lebaran.

“Dan tidak sampai di situ, tolong pak lurah dan pak camat sampaikan tidak ada orang berkeliaran setelah shalat. Cukup di rumah saja,” jelasnya dihadapan para lurah dan camat.

Ia menyebutkan hal ini dilakukan demi melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.

Mengingat Kota Palopo saat ini masih berstatus zona orange Covid-19.

Serta masih ada beberapa kecamatan yang berstatus zona merah.

Serta mempedomani beberapa edaran dari kementerian.

“Setelah berbagai pertimbangan, kita di Palopo ini, tetap mempedomani keputusan Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan beberapa petunjuk-petunjuk lain,” jelasnya.

Dengan demikian, pembagian daging kurban dilakukan dengan cara door to door.

Setiap lurah dan pengurus masjid, diminta mendata warga yang layak mendapat daging kurban.

Kemudian diantarkan ke rumah masing-masing menggunakan mobil kelurahan.

Sementara itu, update Covid-19 Palopo Sabtu (17/7/21) malam, jumlah pasien positif aktif sebanyak 89 orang.

Ada 38 orang dirawat di rumah sakit, 10 orang isolasi di hotel duta Covid, dan 41orang isolasi mandiri.

Pasien Covid-19 ini tersebar dari sembilan kecamatan di Kota Palopo.

Dengan rincian Kecamatan Wara 25 orang, Kecamatan Wara Utara 9 orang.

Kecamatan Wara Selatan 10 orang, Kecamatan Wara Barat 4 3 orang.

Kecamatan Wara Timur 19 orang. Kecamatan Mungkajang 2 orang.

Kecamatan Sendana 1 orang, Kecamatan Telluwanua 4 orang dan Kecamatan Bara 16 orang.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img