31 C
Makassar
Saturday, March 14, 2026
HomeMetropolisPDAM Bersama Pakar Lingkungan Hidup Diskusi Terkait Mafia Air di Makassar

PDAM Bersama Pakar Lingkungan Hidup Diskusi Terkait Mafia Air di Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Imbas pencurian air di Royal Apartemen Makassar, Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang pihak Perumda Air Minum (PDAM) akan telusuri kasus serupa yang diduga terjadi di segmen industri.

Pasalnya, dari temuan kebocoran air tersebut PDAM Kota Makassar ditaksir mengalami kerugian Rp 1,4 miliar.

Hal itu disampaikan Kabag Humas Perumda PDAM Kota Makassar, Idris Tahir. Menurutnya, merujuk data sepanjang tahun 2023 hingga 2024, pihaknya mengalami kerugian 48-49 persen air yang tidak menjadi pendapatan. Sementara jumlah pelanggan di Kota Makassar mencapai 8 ribuan.

“Baru royal yang kami temukan. Tapi tidak menutup kemungkinan masih ada  pelaku usaha lain makanya kami akan telusuri,”ujar Idris dalam FGD bersama PDAM Makassar di Cafe Eranco, Jalan Boulevard, Jumat 16  Februari 2024.

Lanjut, Idris produksi air di Makassar saat ini mencapai 3.000 liter sedangkan kebutuhan warga 5.000 liter. Jika kebocoran air itu tidak diantisipasi tentu merugikan masyarakat.

“Memang dibutuhkan membangun instalasi baru. Karena masih banyak warga yang belum merasakan air PDAM seperti di daerah Kecamatan Biringkanayya,”katanya.

Sementara, Pakar Lingkungan Hidup, DR Ir, Natsar Desi mendorong PDAM Makassar melakukan inovasi tekhnologi untuk meningkatkan pendapatan. Misalnya, tekhnologi sensor untuk penggunaan air pelanggan.

Tekhnologi ini digunakan untuk sektor perhotelan atau apartemen. Dimana, tingkat komsumsi airnya tergolong tinggi.

“PDAM Makassar harus berinovasi,” ujarnya.

Dalam acara diskusi tersebut turut dihadiri pula oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas, Prof DR. Arifuddin Manna.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img