SUNGGUMINASA, SULSELEKSPRES.COM – Mega proyek nasional pembangunan Bendungan Karraloe yang berada di Kabupaten Gowa dan terletak di Kecamatan Tompobulu dan Biringbulu hingga saat ini sudah mencapai 61,527%.
Kepala Balain Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Teguh Iskandar, mengatakan bahwa dalam tahap persentase pembangunan fisik seperti itu yang akan dilakukan saat ini adalah
pengalihan aliran sungai pembangunan bendungan.
Dia menjelaskan pengalihan aliran sungai bendungan yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang di bawah Kementerian PUPR tersebut akan memulai tahapan selanjutnya yakni penimbunan aliran air untuk pembangunan tubuh bendungan.
Dia menjelaskan, aliran sungai tersebut ditimbun untuk mengalihkan aliran sungai ke terowongan inlet yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk memudahkan pekerjaan membangun tubuh bendungan.
“Awalnya mengalir ke sungai tapi kita timbun agar airnya mengalir ke terowongan inlet. Nanti setelah tubuh bendungan selesai dibangun setinggi 83 meter baru aliran ke terowongan inlet kembali ditutup,” jelasnya, Jumat (12/10/2018).
Bendungan yang dibangun dengan menimbun atau menenggelamkan tiga desa dan satu kelurahan yang ada di dua kecamatan tersebut dimulai sejak 2013 lalu dengan nilai kontrak sekitar Rp568 yang diambil dari APBN murni 2013-2019.
Bendungan yang akan berfungsi sebagai penyedia air untuk Kabupaten Jeneponto, Bantaeng dan Takalar tersebut rencananya dibangun diatas lahan 230.59 Ha. Dan sudah dibebaskan 216.48 Ha.
“Yang belum dibebaskan 14.11 Ha. Karena kemarin belum ada anggaran. Jadi sekarang anggaran sudah ada, sisa dibayarkan. Setelah itu aman,” lanjutnya.
Proyek yang dibangun sejak 2013 ini ditargetkan selesai 2020 dengan dua paket. Paket I sejak Desember 2013 sampai Desember 2019 dengan nilai kontrak Rp 568. 650.780.000 dari APBN murni 2013-2019.
Paket ke II yang dimulai Mei 2018 sampai Mei 2019 khusus pembangunan tubuh bendungan dengan nilai kontrak sekitar Rp657 dari APBN 2018-2020.



