SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupatem (Pemkab) Lampung Selatan mewacanakan relokasi bagi warga yang terkena bencana Selat Sunda ke wilayah desa Kedaton, kecamatan Kalianda.
Di lahan tersebut rencananya akan dibangun sejumlah rumah yang diperuntukkan khusus bagi korban tsunami.
“Kalau dibangun di tempat yang sama, itu sama saja kita merencanakan pembunuhan,” kata Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto seperti dikutip di CNNIndonesia, Jumat (4/1/2019).
Baca: Tsunami Selat Sunda, Seorang Nelayan Selamat Mengapung Sepekan di Laut
Kata Nanang, pemilihan lokasi tersebut melalui survei tim di lapangan dan berbagai alasan. Kendati sebelumnya, usulan tersebut pernah direncakan akan direlokasi ke Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa.
Karena kondisi wilayah yang dinilai tidak memungkinkan, maka Nanang dan pihak Pemkab Lampung Selatan kembali mempertimbangkan lokasi relokasi ke wilayah lain.
“Makanya kita cari lokasi yang aman untuk warga, karena bencana alam ini tak bisa diduga,” ujar Nanang.
Baca: Pemerintah Berikan Santunan Rp15 Juta Kepada Korban Tsunami Selat Sunda
Selain itu, kata Nanang, lokasi pertama juga termasuk ke dalam kawasan rawan longsor yang tertera dalam Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Sementara untuk hunian, lanjut Nanang, pihaknya telah menyiapkan tempat di eks Hotel 56 Kalianda untuk 128 kepala keluarga dari daerah pesisir yang masuk wilayah Kecamatan Rajabasa.
“Jika dirasa memang tidak cukup, maka kami akan buatkan shelter-shelter di halaman bekas Hotel 56 Kalianda itu,” tambah Nanang.



