GOWA,SULSELEKSPRES.COM – Dinas Sosial Kabupaten Gowa memberlakukan pengurusan berkas pada penerima program sosial melalui sistem online atau daring.
Misalnya pada pengurusan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pemberlakuan sistem online ini sebagai langkah peningkatan upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona atau COVID-19, dengan memberhentikan sementara aktivitas yang banyak mengumpulkan orang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Syamsuddin Bidol mengungkapkan, kebijakan ini akan berlaku hingga 31 Maret 2020,tetapi tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang jika penyebaran wabah corona tersebut terus berlanjut.
“Kami memberlakukan ini agar pemberian layanan tetap berjalan dengan baik tanpa harus datang ke kantor tapi melalui layanan call center kami,” ungkapnya, Selasa (24/3/2020).
Bagi pemohon yang ingin melakukan pengurusan KIS yaitu dengan mengirim foto nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga, serta dokumen pendukung lainnya seperti foto KTP dan foto rumah melalui kontak Whatsapp di 08114448284. Layanan ini berlaku mulai pukul 08.00-15.00 setiap hari kerja.
Sementara untuk pengurusan dokumen yang sangat penting atau urgent seperti pengurusan Jaminan Persalinan (Jampersal) dan KIP kuliah, dimana pemohon harus mendatangi kantor pelayanan pihaknya mengimbau agar tetap memperhatikan jarak dan kebersihan. Misalnya menggunakan hand sanitizer yang telah disiapkan disetiap sudut sebelum memasuki ruangan pelayanan.
“Pelayanan urgent seperti ini harus benar-benar kita layani langsung karena membutuhkan tanda tangan yang jelas dan benar,” tegasnya.
Meski pun layanan langsung ini dilakukan di kantor tetap saja sesuai dengan alur yang ditentukan yaitu terlebih dahulu mengirim berkas ke kontak Whatsapp di 085224789818 atau 085299507997 . Setelah mendapat konfirmasi baru bisa mendatangi Kantor Pelayanan Dinas Sosial yang dibuka pukul 10:00 – 12:00 Wita dan 14:00 – 15:00 Wita.
“Semoga masyarakat bisa mengerti dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan menjaga jarak, tidak bertemu, tidak berkumpul, untuk Gowa agar bebas dari penularan covid-19,” harap Syamsuddin.



