MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pertarungan pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar 2020 ini sempat dihiasi puluhan calon, baik yang maju melalui jalur Parpol maupun perseorangan.
Seiring berjalannya waktu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Makassar mastikan tidak ada bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang maju melalui jalur perseorangan.
Dengan begitu, pertarungan Pilwali Makassar 2020 ini hanya akan dihiasi oleh bakal pasangan calon yang maju melalui jalur partai politik.
Sejauh ini, hanya ada empat nama yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan dinilai paling serius untuk maju di Pilwali Makassar 2020, meski beberapa nama lainnya masih tampak bergerilya.
Empat bakal calon tersebut adalah Moh. Ramdhan Pomanto (DP), Syamsu Rizal (Deng Ical), Munafri Arifuddin (Appi), dan Irman Yasin Limpo (None).
Keempat bakal calon tersebut sebenarnya bukan wajah baru. Mengingat mereka sempat mewarnai pertarungan Pilwali Makassar beberapa waktu lalu.
Nama Danny Pomanto sudah jelas bukan nama baru, sebab ia sudah ambil bagian dalam pertarungan ini untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Demikian halnya Munafri Arifuddin. Bos PSM Makassar tersebut merupakan rival semata wayang Danny Pomanto (yang kemudian didiskualifikasi) di Pilwali 2018, dan Appi harus menerima kenyataan tumbang dari kotak kosong.
Nama None juga bukan baru kali ini muncul. Sebab ia pernah bertarung pada Pilwali Makassar 2014 lalu, tetapi dan tujuh paslon lainnya harus tumbang dari pasangan Danny-Ical.
Nama terakhir adalah Syamsu Rizal. Politisi partai Golkar tersebut memang baru kali ini maju sebagai 01. Akan tetapi kehadirannya dinilai bukan sebagai status underdog.
Menurut pengamat politik kota Makassar, Ali Armunanto, mengatakan bahwa Deng Ical merupakan penantang baru yang fresh dan patut diperhitungkan.
Hal itu tentu tidak lepas dari namanya yang sudah dikenal masyarakat. Sehingga peluangnya untuk menang masih patut untuk diperhitungkan.
“Jadi posisinya Ical ini tidak bisa dibilang kuda hitam ataupun under dog ya. Soalnya figurnya sudah dikenal masyarakat pada saat memimpin Makassar bersama pak Danny.”
Lebih tepatnya sih penantang baru yang fresh. Dia juga patut diperhitungkan karena memang sudah dikenal masyarakat. Jadi tidak perlu kenalan lagi,” lanjut Ali.
Hal ini juga tentu dibuktikan dengan beberapa dukungan yang diberikan beberapa pihak, baik itu tokoh politisi, maupun partai politik sendiri.
Sejauh ini sudah ada dua partai politik yang menyerahkan surat tugas untuk Deng Ical, yaitu PKB (satu kursi) dan PKS (lima kursi).
Selain itu, mantan wali kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin (IAS), tampaknya memberikan dukungan pribadi kepada Deng Ical. Hal itu bahkan diakui IAS beberapa waktu lalu.
“Kalau kita lihat tren elektabilitas berdasarkan survei, Ical memperlihatkan tren yang bagus. Dia selalu naik. Sekarang naik sekitar 3,7 persen,” ujar IAS.
Kondisi ini tentu dibarengi dengan isu bakal calon wakil yang akan mendampingi Ical. Sebut saja Fadli Ananda, Irianto Andi Baso Ence, Cicu, bahkan Appi kerap dikait-kaitkan, meskipun Appi sudah membantah dengan tegas akan maju sebagai 01.



