MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM -Pertemuan Keluarga bertajuk ”Pertemuan Akbar Wijanna Puwatta La Patau Matanna Tikka Mangkau Bone XVI” bakal menjadi rekor MURI untuk kategori pertemuan keluarga.
Pertemuan ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Agustus 2021 mendatang, yang berpusat di Bola Soba Watampone, kabupaten Bone.
Keturunan Puwatta La Patau yang telah menyebar di berbagai penjuru dunia diperkirakan akan kembali ke kampung leluhur mereka di Bone, dengan satu tujuan yaitu berkumpul merajut kembali ikatan kekeluargaan setelah 307 tahun wafatnya leluhur mereka pada tahun 1714 silam.
Menurut keterangan Humas Panitia pertemuan akbar ini, Andi Fahry Makkasau, keputusan penyelenggaran kegiatan tersebut telah ditetapkan secara bersama-sama dan dipermaklumkan kepada seluruh penjuru dunia oleh 3 orang Pelindung dan Penasehat Panitia Penyelenggara.
Hal itu disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada di Benteng Fort Rotterdam Makassar, Kamis (11/3/2021) lalu.
Informasi tersebut masing-masing disampaikan secara bergantian oleh Andi Kumala Idjo Karaeng Lembangparang, Andi Bau Iwan Datu Alamasyah Jemmabarue, dan Andi Baso Hamid.
Mereka didampingi oleh Ketua Umum Panitia, Andi Bau Irman Mappanyukki dan salah satu wakil ketua panitia, Andi Promal Pawi, yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bone mewakili Pemkab Bone, selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nanti.
Dari arahan ketiga orang diatas, selain mereka sebagai pelindung juga mewakili keluarga besar Bone-Gowa-Luwu, dimana dahulu diketiga Kerajaan Besar inilah wija Puwatta La Patau memegang kekuasaan.
”Pertemuan Akbar ini adalah takdir yang ditetapkan Allah kepada keturunan Puwatta yang ada sekarang, sehingga meski sudah dalam kondisi menyebar kemana-mana, terdiri atas strata sosial masyarakat yang berbeda-beda, diyakini akan dapat berkumpul dalam jumlah yang maksimal karena kehendak Allah SWT,” ujar Andi Kumala Idjo.
Andi Bau Iwan Datu Alamsyah Jemmabarue dan Petta Andi Baso Hamid turut menambahkan, tidak tertutup kemudian akan dibuat Yayasan Keluarga Wija Puwatta yang akan bergerak dalam Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial dan Sumber Daya Manusia.
Hal ini sangat mungkin, karena keturunan Puwatta telah banyak menempati posisi strategis antara lain Wakil Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota/Bupati, Dosen/Guru Besar dan Pengusaha sukses.
Andi Bau Irman Mappanyukki selaku Ketua Umum Panitia merasa sangat yakin, akan hadir ribuan keturunan karena kerinduan akan sosok Puwatta sebagai Raja Pemersatu di eranya.
Apalagi bagi keturunannya yang sdh sejak lama merantau tidak saja di Nusantara tapi bahkan di negara lain seperti Malaysia dan Thailand, bahkan sehari setelah Konprensi Pers salah seorang keturunan Puwatta yang berada di Budapest Rumania Eropa telah menyatakan keinginannya untuk hadir.
Andi Bau Irman Mappanyukki menjelaskan bahwa Panitia Pelaksana telah terbentuk terdiri atas perwakilan rumpun keluarga dari berbagai daerah bukan saja di Sulawesi Selatan, tetapi ada dari daerah lain seperti Kalimantan, dan mereka semua telah siap untuk bekerja.
Andi Promal Pawi, Wakil Ketua Panitia yang juga Kadis Pariwisata Bone bahkan dengan tegas mengatakan bahwa Pemkab Bone melalui Bupati Andi Baso Padjalangi yg juga merupakan keturunan Puwatta sdh menyampaikan kesedian dan kesanggupannya menjadi tuan rumah dan menerima berapa pun jumlah keluarga yang akan hadir.
Andi Promal menambahkan, reuni keluarga keturunan Puwatta ini sekaligus akan mendongkrak pemasukan sektor pariwisata Kabupaten Bone. Olehnya, disamping mengagendakan tudang sipulung, juga akan ada pesta seni budaya dan pameran pusaka, sebagai rangkaian acara slama di Bone.
Fahry Makkasau selalu Kordinator Humas Panitia berkeyakinan bahwa Pertemuan Akbar Wija Puwatta ini Insya Allah akan menjadi Rekor MURI Pertemuan Keluarga, bahkan boleh jadi Rekor Dunia.
Rekor MURI selama ini adalah 4.000 orang yang pernah terjadi di Jabar tahun 2012 dan boleh jadi akan pecah di Bone, kunci Fahry yang juga adalah Ketua Majelis Keturunan Tomanurung (MKT) Maros itu.



