
PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Pengamat Politik Kota Parepare, Muhammad Ali mengatakan, pasca penutupan pendaftaran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parepare, pada 10 Januari lalu, maka hanya dua paket yang mendaftar.
Paket tersebut yaitu Taufan Pawe berpasangan dengan Pangerang Rahim (TP2R), dan Faisal Andi Sapada berpasangan Asriady Samad (FAS-AS). Keduanya, kata dia, telah memenuhi persyaratan 25% kursi Legislatif Parepare, dan Pilkada Parepare secara otomatis berjalan Head to Head.
Dia mengatakan, berdasarkan rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh partai politik (parpol) masing-masing, maka paket TP2R mendapatkan dukungan 64% atau 16 kursi DPRD. Sementara, katanya, paket FAS-AS mendapatkan dukungan 28% atau tujuh kursi.
“Di atas kertas berdasarkan data tersebut, maka kekuatan awal petahana lebih unggul. Tetapi, perlu di pahami bahwa tidak selamanya jumlah dukungan parpol akan siginifikan dengan realitas yg akan terjadi,” katanya,” Rabu (17/1/2018).
Pasalnya, lanjut dia, bisa saja pasangan yang hanya memperoleh dukungan parpol lebih sedikit, justru mampu memenangkan pertarugan daalm Pilkada, misalnya Pilkada Takalar yang digela belum lama ini, di mana petahan berhak ditumbangkan dengan skenario Head to Head.
Dia memaparkan, TP dan FAS masing masing punya keunggulan, di samping karena kedua figur tersebut sudah dikenal luas oleh masyarakat Parepare, juga karena keduanya sosok tersebut merupakan pasangan dalam pemerintahan yang masih menjabat, walaupun di tengah perjalanan terjadi pecah kongsi. Sementara, tambah dia, Pangerang Rahim adalah sosok politisi senior yang juga dikenal luas oleh masyarakat, sedangkan Asriady Samad meski dikatakan pendatang baru, tetapi cukup punya pengaruh khususnya pada pemilih pemula.
Saat disinggung terkait pengaruh parpol dalam meningkatkan elektabilitas kandidat, Mantan Anggota KPU Parepare tersebut membeberkan, parpol tentu punya pengaruh dalam perolehan suara nantinya. Tetapi, jelasnya, bukan menjadi kekuatan penuh dalam meningkatkan elektabilitas paslon.
“Hanya saja, pengaruh parpol sangat besar pada sosok masing-masing paslon, ditambah visi misi paslon tersebut. Karena, Pilkada bukan memilih parpol tetapi memilih figur yang terbaik untuk memimpin daerah lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ali yang juga Mantan Ketua KNPI Parepare tersebut menerangkan, kedua paslon punya peluang yg sama dalam memenangkan Pilkada. Terlebih, ungkapnya, waktu yang tersisa selama lima bulan menjelang Pilkada, elektabilitas paslon terus berfluktuatif atau turun naik, dan itu terus menerus terjadi hingga jelang pencoblosan.
Dia menambahkan, petahana masih memungkinkan akan tumbang, namun itu tergantung kerja-kerja politik tim pemenangan lawannya. Sehingga, bebernya, program yang harus ditawarkan oleh setiap paslon adalah program yang menyentuh langsung masyarakat, dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
“Seperti misalnya, pemberdayaan UKM berupa pemberian bantuan dana bergulir, pengadaan air bersih sesuai standar kesehatan, pengaturan pengelolaan pasar untuk menambah daya tarik pembeli datang ke pasar, dan program lainnya yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan taraf hidup masyarakat,” tandasnya.
Penulis: Luki Amima





