27 C
Makassar
Tuesday, February 17, 2026
HomeNasional"PKS kalau dibuka hatinya sudah terbelah, luluh lantak"

“PKS kalau dibuka hatinya sudah terbelah, luluh lantak”

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Hubungan politik antara PKS dan Prabowo mengalami padang surut.

Kendatipun tetap berkoalisi di Pilpres 2019, namun prosesnya tak berjalan mulus.

Hal inilah yang kemudian membuay anggota TKN Jokowi-Ma’ruf, Ruhut Sitompul menyindir sikap politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca: Ditanya Dukung Siapa di Pilpres, Begini Jawaban Rocky Gerung

Sindiran Ruhut Sitompul ini dia sampaikan ketika hadir dalam diskusi politik di Kabar Petang yang tayang di TV One (12/11/2018). Hadir pula pengamat politik Rocky Gerung dalam diskusi dengan tema, “Politik Kata-Kata Calon Presiden” ini.

Awalnya, Ruhut diminta menjelaskan soal pernyataan kata Genderuwo dari Presiden Jokowi belum lama ini. Dia mengatakan kalau kata Genderuwo ditujukan kepada politisi yang sering menakut-nakutin.

Baca: Prabowo Disebut Sukses Takut-takuti PKS

Mantan politisi Partai Demokrat ini kemudian menjadikan PKS sebagai contoh.

“Tadi sebelum ini ada berita partai koaisi Prabowo-Sandi, PKS sukses ditakuti-takuti Pak Prabowo,” kata Ruhut.

Pembawa acara kemudian bertanya, apakah genderuwo yang dimaksud Jokowi itu adalah Prabowo sebagai lawan politiknya?.

“Siapa yang suka menakuti-nakutin itu genderuwo,” tambah Ruhut.

Baca: Disebut Cocok Debat dengan Vicky Prasetyo, Begini Reaksi Rocky Gerung

“Nyatanya liat PKS ditugaskan, kita tetap dukung prabowo Sandi. Padahal kalau dibuka hatinya sudah terbelah, luluh lantak,” kata Ruhut.

Ruhut kemudian bercerita bagaimana PKS ditakut-takutin. PKS menurut Ruhut selama ini merasa selalu pasang badan untuk Prabowo.

“Apa ngga menakut-nakutin itu. Tapi kadang-kadang menakuti orang yang betul bisa jadi takut, contohnya PKS,”

“Apa itu, calon Presiden Prabowo. Kami menyiapkan 9 calon presiden dan wapres. Nyatanya satupun tidak,” pungkas Ruhut.

Sindiran Ruhut ini merujuk hasil Musyawarah Majelis Syuro VI PKS yang awalnya menyiapkan sembilan nama kader internal sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

BACA JUGA :  Spanduk 'Kembalikan Uang Partai' Beredar, DPP PKS Bilang Begini

Sembilan nama ini yakni, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan; Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid; Fungsionaris PKS M. Anis Matta; Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno; Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri; Anggota DPR Tifatul Sembiring; Anggota DPR Al Muzammil Yusuf MS dan Anggota DPR Mardani Ali Sera.

PKS awalnya sempat memberikan ancaman agar kadernya digandeng sebagai wakil. Namun hasil konstalasi politik berjalan sebaliknha, justru Sandiaga Uno yang ditetapkan sebagai Wapres dari Prabowo Subianto.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img