24 C
Makassar
Thursday, February 12, 2026
HomeHeadlinePolda Sulsel Cegat Selundupan Sabu Sekilo, Diresnarkoba: Ini Bukan Tawas

Polda Sulsel Cegat Selundupan Sabu Sekilo, Diresnarkoba: Ini Bukan Tawas

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pihak Satuan Narkoba Polda Sulsel berhasil mencegat penyelundupan narkoba jenis sabu ke wilayah Sulsel yang dikendalikan oleh jaringan Internasional. Selasa (12/3/2019) lalu.

Dalam penggagalan tersebut, petugas selain mengamankan dua terduga pelaku, sabu seberat 1 kilogram pula disita dalam penangkapan tersebut, namun barang yang disita kali ini lain cerita dengan yang terjadi beberapa hari lalu.

“Ini hasil labfor, ini sudah positif mengandung Amphetamine. Jadi bukan tawas, ini barang asli,” kata Diresnarkoba Polda Sulsel, Kombes (pol) Hermawan, di Mapolda Sulsel, Kamis (14/3/2019).

Dua terduga pelaku yang diamankan kata Hermawan, merupakan salah seorang warga Baranti, Sidrap bernama Arnol (30) dan seorang warga Pinrang, Pahri (38).

Dalam jaringan ini, keduanya memiliki masing-masing peran. Arnol yang juga merupakan seorang petani kata Hermawan, bertugas sebagai penjemput dan pengantar barang yang sebelumnya, telah dipesan oleh Pahri dari rekannya di Malaysia berinisial RX.

“Yang tertangkap ini kurir dan pengendalinya. Arnol itu kurir dan Pahri itu Pengendalinya,” ujar dia.

Sementara cara pengungkapannya, kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes (pol) Dicky Sondani, yakni dengan cara personel melakukan pembuntutan setelah menerima hasil lidik lapangan.

“Jadi kronologis penangkapannya, kita lakukan pembuntutan dari Sidrap, Baranti. Arnol ini naik mobil ke Pinrang, ini kita buntuti, nah di salah satu rumah, dia berhenti dan masuk di rumah tersebut, langsung kita lakukan penggerebekan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes (pol) Dicky Sondani, di Mapolda Sulsel, Kamis (14/3/2019).

“Jadilah barang bukti ini ada, kita tangkap juga di situ adalah Pahri,” tambah Dicky.

Kata Dicky, berdasarkan pengakuan Pahri, sabu tersebut berasal dari seorang warga Indonesia yang bermukim di Malaysia. Sedang Arnol bertugas sebagai penjemput dan pengantar sabu tersebut.

Jaringan Internasional ini, kata Dicky, mengatur penyulundupannya dari Malaysia, lewat RS yang bekerjasama dengan AX warga Filipina yang berdiam diri di Malaysia.

“Nah Pahri ini berkomunikasi dengan RS kemudian, RS mengatakan kepadanya, tolong ambil barang ini dari Malaysia, kemudian terbanglah Arnol ini ke Kalimantan,” jelas Dicky.

Sabu yang dijemput Arnol telah terbagi tiga, jelas Dicky. Dari tiga paketan itu, dua bungkusan telah di singgahkan di Palu dan Sulbar.

Sedang menurut Dicky, barang yang dikuasai Arnol saat penyergapan, hanyalah sebungkus dan bakal dipasok ke Sulsel.

“Nah, satu bungkus lagi Arnol rencananya akan menyerahkan ke Pahri, tapi sudah diketahui kami, kemudian kami tangkap,” ujar Dicky.

Penulis: Agus Mawan

spot_img

Headline

spot_img
spot_img