RANTEPAO, SULSELEKSPRES.COM – Polemik yang berkembang di ruang Paripurna tentang adanya rencana pemerintah untuk rasionalisasi tenaga PHT, ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Toraja Utara Agus Parrangan angkat bicara.
Saat disambangi dikantor DPRD Toraja Utara, Agus Parrangan menyatakan bahwa kurang tepat bila pemerintah melakukan rasiolosasi, mengingat PHT juga selama ini cukup membantu dalam menjalakan roda pemerintahan.
“Menurut saya itu kurang tepat, mereka itu bagian dari kita dalam menjalankan roda pemerintahan. Meskipun untuk membayar mereka di tahun 2017 ini pemerintah sangat kerepotan, belum lagi dengan kewajiban untuk membayar uang makan sebagai konsekwensi 5 hari kerja yang sampai hari ini belum terbayarkan, namun itu bukan alasan untuk merasiolosasi PHT yang ada di Toraja Utara” ujar Agus, Jumat (1/12/2017).
Lanjut Agus, kiranya sudah sangat sulit untuk kita bicara mundur lagi, apalagi menyangkut tenaga PHT karena ini menyangkut hati nurani dan rasa kemanusiaan dan itu sangat sensitif. PHT juga merupakan saudara kita, dan putra putri Toraja pula.
“Ibaratnya saat ini kita sedang bersama dalam satu kapal besar menuju pulau harapan lalu ditengah lautan ternyata kekurangan bahan makanan karna kapal over kapasitas, tidak eloklah rasanya bila Nakhoda perintahkan para mualim untuk membuang sebagian penumpang ke laut hanya agar sebagian penumpang kapal bisa hidup dan terus berlayar,” ujar dia.
“Pemerintah harus segera mencari solusi tepat untuk mendongkrak pendapatan daerah dan jangan korbankan kawan kawan tenaga PHT dengan kebijakan yang tidak populis bahkan bisa menjadi bumerang,” tutur Agus.
Saat ini neraca pendapatan daerah tidak seimbang dengan belanja daerah yang akhirnya terjadi defisit Kas APBD 2017 melebihi angka 70 miliar.
Agus juga menyinggung, untuk mengatasi polemik akibat defisit, pemda harus jeli melihat peluang yang dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seperti Rumah Sakit Umum Daerah Pongtiku, yang belum dimaksimalkan.
“Salah satu sumber pendapatan yang belum maksimal hingga hari ini salah satunya RSUD Pongtiku di daerah Lembang/ Desa Buntu Tallunglipu, buatlah akses jalan yang sangat nyaman, diikuti dengan lampu penerangan jalan sehingga tidak ada kesan susah dan repot untuk berobat kesana, tempatkan dokter dokter spesialis dengan fasilitas yang memadai dan terutama meningkatkan status dari type D ke type C, sehingga ruang kamar perawatannya bisa diperbanyak lagi. Bahkan bila perlu tingkatkan lagi pelayanan antar jemput pasien, karena mobil pelayanan kan sudah disediakan oleh daerah, dan itu jangan dijadikan pajangan saja” tegas Agus Parrangan.






