BONE, SULSELEKSPRES.COM – Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bone, dr. Yusuf meminta masyarakat untuk tidak panik terkait adanya seorang pasien yang diduga positif virus corona (Covid-19).
Pasien terindikasi Corona tesebut sebelumnya dirawat di RS Hafsah, dari hasil rapid test pasien menunjukkan positif corona.
Meski demikian, Yusuf menjelaskan bahwa rapid test bukanlah diagnostik, akan tetapi pemeriksaan diagnostik untuk Covid 19 adalah Real Time – PCR melalui swab/usapan tenggorokan dan hidung.
“Rapid-test bukan diagnostik, pemeriksaan diagnostik untuk Covid-19 adalah real time-PCR (RT-PCR) melalui swab/usapan tenggorok dan hidung, hasil positif pada rapid-test tidak serta-merta seseorang sebagai penderita Covid19, mesti diikuti dengan RT-PCR, ini penting untuk menghindari stigmatisasi ditengah masyarakat kepada yang Rapid Test positif,” jelas Yusuf.
BACA: Pasien di Bone Diduga Positif Corona, Tunggu Hasil Swap
dr.Yusuf juga menegaskan bahwa hasil negatif pada rapid test bukan berarti bebas Covid-19, tapi akan di tes ulang kembali setelah 10 hari, bila negatif berarti bebas Covid19, bila positif, diikuti pemeriksaan RT-PCR.
“Baik yang positif maupun yang negatif tetap prosedur isolasi/karantina diri karena yang diperiksa adalah hanya mereka yabg secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid19,” kuncinya



