
“Kehadiran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) mestinya dimanfaatkan untuk belajar dan pembelajaran, tidak lagi men-dikte didalam kelas karena itu adalah tipe guru jaman old, bukan guru jaman now,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Pelatihan IGI Takalar, Rudiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan pelatihan ini merupakan program Dinas Pendidikan Provinsi Sul-sel bekerjasama dengan IGI Pusat, yang dilaksanakan dalam rangka Hardiknas Tahun 2018.
Ia berharap, IGI Kab. Takalar dapat memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan Kompetensi Guru sebagai prasyarat dasar meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini sejalan dengan Motto IGI Sharing & Growing Together.
Secara teknis, alumni UNM ini menjelaskan bahwa Pelatihan Guru ini dilaksanakan serentak di 24 Kabupaten /Kota, bahkan berhasil memecahkan rekor Muri dengan total 10.000 peserta. Pelaksanaannya terlink melalui Video Conference Langsung dari 24 Kab/Kota Se-Sulsel.
Rudiyanto mengungkapkan, khusus Pelatihan TIK yang dilaksanakan IGI Takalar memberikan materi Sagumanisa (Satu Guru Mahir Penilaian Berbasis Android) yaitu dibawakan oleh pemateri dari Pengurus IGI Wilayah Sulawesi Selatan yaitu Abdul Rasyid dan Andi Nurbaety.



