MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sekitar 200 tenaga honorer di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terancam dirumahkan. Hal ini sudah masuk dalam rencana Pemkot Makassar yang bakal memangkas tenaga honorer yang tidak produktif.
Menurut keterangan Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) kota Makassar, Kadir Masri, ada sekitar 200 tenaga honorer yang akan dirumahkan
Kadir mengatakan, ada 8.400 tenaga honorer di lingkup Pemkot Makassar. Akan tetapi, sekitar 200 itu yang diabggap kurang maksimal dalam bertugas.
“Ini bukan pemangkasan, tetapi merumahkan tenaga honorer yang dianggap tidak bekerja baik dan maksimal. Dari total 8.400 honorer, ada lebih dari 200 orang akan dirumahkan,” ujar Kadir.
Lrbih lanjut Kadir mengatakan, selain honorer yang malas, juga karena dianggap tidak disiplin. Bahkan hampir seluruh SKPD akan mendapatkan pengurangan tenaga honorer.
“Yang paling banyak itu karena malas dan tidak disiplin. Itu diluar dari honorer guru dan dan nakes,” lanjutnya.
Sementara pelaksana tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir, menyebut laporan setiap SKPD terkait evaluasi honorer hampir rampung
“Masih berproses ini di SKPD, yang mana diperpanjang dan mana tidak. Mereka yang paling tahu kinerja, integritas, kapabilitas, dan lain-lain tentang tenaga kontrak yang mereka miliki,” terangnya
Yasir juga memastikan tidak akan melanjutkan kontrak bagi honorer yang tidak lagi produktif, apalagi yang pernah mendapatkan sanksi ataupun teguran.



