29 C
Makassar
Wednesday, February 11, 2026
HomeNasionalReaksi Luhut Namanya Diseret di Film Sexy Killer

Reaksi Luhut Namanya Diseret di Film Sexy Killer

- Advertisement -

SULSELRKSPRES.COM – Orang yang sering disebut dalam film dokumenter Sexy Killer, produksi Watchdog, akhirnya angkat bicara, orang itu adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Tanggapannya terhadap film tersebut tidak banyak, juga ia menampik informasi yang ungkapkan dalam film dokumenter yang mengulas, dampak penggalian tambang batu bara dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terhadap lingkungan hingga masyarakat sekitar.

“Tidak benar itu. Kurang kerjaan itu,” tegas dia, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Senin (22/4/2019).

Film dokumenter yang diunggah secara publik lewat channel YouTube punya WatchDog pada Sabtu (13/4/2019) lalu itu menceritakan beberapa penggalian tambang batu bara di Kalimantan, Sulawesi, Sumatra.

Di film itu, nama Luhut terseret karena menjadi salah satu pemegang saham perusahaan batu bara, PT Toba Bara Tbk (TOBA).

Perusahaan itu disebut-sebut ikut menjadi salah satu pihak yang menambang batu bara sampai dikirim ke berbagai kawasan untuk pembangunan PLTU yang dianggap tak bertanggung dengan masyarakat sekitar.

Misalnya, udara yang tercemar, kurangnya air bersih, tidak ditutupnya sisa galian tambang, dan mengambil lahan kerja transmigran yang sebagian besar bertani.

Tak sedikit anak kecil yang menjadi korban karena tenggelam di galian bekas tambang yang tak ditutup oleh perusahaan tambang. Padahal, hal itu bisa diantisipasi jika penambang lebih hati-hati dengan menutup galian tersebut.

Contoh lainnya, salah satu warga yang tinggal dekat dengan pembangunan PLTU diceritakan terkena kanker hingga meninggal karena menghisap udara dari pembangkit itu. Warga itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Dharmais, Jakarta.

Selain itu, lahan warga yang digunakan untuk bertani juga diambil paksa. Padahal, belum ada perjanjian penjualan lahan sawah antara warga dan pengusaha.

Secara keseluruhan, penambangan batu bara terjadi untuk memenuhi kebutuhan listrik di berbagai wilayah di Indonesia. Luhut bukan satu-satunya pejabat yang disebut dalam film tersebut, tapi juga ada Presiden Joko Widodo (Jokowi), termasuk Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno.

Sejak film itu bisa diakses secara meluas, penonton Sexy Killer telah mencapai 18 juta viewer.

Penulis: Agus Mawan

 

spot_img

Headline

spot_img
spot_img