MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Rehabilitasi pagar utama Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan menghabiskan anggaran yang tidak sedikit, yakni sebesar Rp430 juta lebih.
Dilansir laman lpse.sulselprov.go.id, paket tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Sulawesi Selatan Tahun Anggaran (APBD Sulsel TA) 2020 yang bernilai pagu Rp450.000.000 dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp430.718.320.80.
Peneliti Senior Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Herman mengingatkan Sekretaris Dewan (Sekwan) M Jabir lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran.
Apalagi, lanjut Herman, Sekretriat DPRD salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemprov Sulsel yang anggaranya direfocusing selama masa Pandemi Covid-19.
“Sekretariat DPRD kan termasuk yang direfocusing anggarannya. Kemudian, sebelumnya ada beberapa temuan BPK juga,” ujar Anwar, Selasa (15/11/2021).
Sebelumnya, Herman juga mengkritik pengadaan pakaian dinas dan atribut anggota DPRD Sulsel hampir mencapai Rp1 miliar.
Dilansir lpse.sulselprov.go.id, nama tender penyediaan pakaian dinas dan atribut DPRD bernilai pagu Rp935 juta dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga Rp935 juta.
Herman mengatakan, apbila wakil rakyat peka dengan pandemi saat ini, maka pengadaan pakaian dinas termasuk yang harusnya direfocusing. Publik bisa melihat bagaimana kepekaan wakil rakyat yang dipilihnya saat masa sulit, malah membuat baju dinas dengan pagu anggaran hampir Rp1 miliar.
“Karena itu publik bisa menilai dengan jumlah alokasi anggaran sebanyak itu, tidak ada jaminan ganti pakaian dinas kinerja meningkat,” kata Herman.
Artinya kata dia, tak ada korelasinya.”Ini sedang pandemi dan setiap OPD diminta refocusing anggaran, harusnya belanja ini termasuk di dalamnya,” jelasnya.



