MAKASSAR, SULSELESKPRES.COM – Polsek Panakukang melakukan rekonstruksi pembunuhan RS (18) yang tewas karena ditikam berkali kali, di Wisma Benhil, Senin (17/6/2019).
Rekonstruksi dilakukan sebanyak 21 adegan. Sebelum ditikam berkali kali, awalnya korban geram kepada teman pelaku yang batal memesan jasa korban.
Korban kemudian menampar pelaku dengan menggunakan sandal yang dikenakan korban. Kemudian, pelaku juga ikut geram karena ditampar dengan sendal.
Karena pelaku juga marah terhadap korban, pelaku kemudian mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis sangkur. Merasa panik, korban berterik meminta pertolongan, sembari berusaha merebut senjata tajam tersebut dari tangan pelaku, hingga sela sela jari korban mengalami luka.
“Pelaku jengkel dan marah karena dikatai katai dengan nada kasar,” ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Ahmad.
Lanjut, tusukan pertama sangkur milik pelaku pun akhirnya tertancap pada bagian badan pelaku. Merasa ada tusukan di badan, korban kemudian terjatuh ke tempat tidur. Pelaku dengan cepat menutup kepala korban, lalu melanjutkan aksi brutalnya dengan menikam korban berkali kali, pada bagian leher, punggung, wajah, dan betis.
Sekedar diketahui, rekonstruksi dilakukan oleh peran pengganti, dikarenakan, pelaku saat ini sedang sakit.
“Pelaku sedang mengalami sakit, sehingga rekonstruksi dilakukan oleh anggota,” kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Ahmad



